Senin, 02 September 2013

MUI Tulungagung Desak Tarik LKS Ajarkan Soal Selingkuh

Berita Tulungagung - Beredarnya LKS Ajak Siswa di Tulungagung Bahas Selingkuh akhirnya membuat Majelis Ulama Indonesia Tulungagung turun tangan.

Majelis Ulama Indonesia Tulungagung mendesak Dinas Pendidikan menarik semua buku pelajaran Bahasa Jawa untuk SMP yang memuat tentang wajarnya kecemburuan dalam rumah tangga berdampak pada perselingkuhan.

"Murid SMP tidak cocok mendapat pelajaran yang membahas urusan kecemburuan dalam rumah tangga," kata Sekretaris MUI Tulungagung Abu Sophyan, Senin (2/9/2013).

Menurut dia, pelajaran semacam itu justru berpotensi dianggap sebagai kewajaran jika para murid kelak berumah tangga.

Itu sebabnya, dia mendesak supaya Dinas Pendidikan tidak perlu menunda-nunda penarikan buku itu. "Seluruh buku itu harus segera ditarik, benar-benar tidak cocok untuk siswa SMP,” kecamnya.

Abu Sofyan menyebutkan, MUI siap diajak musyawarah bersama Tim penyusun buku dan semua pihak terkait jika dirasa perlu agar kejadian semacam ini tidak terulang.

Sementara, Wakil Bupati Maryoto Bhirowo juga menyesalkan lolosnya buku pelajaran yang tidak pantas itu.  Wabup pun mengaku sudah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan agar menarik seluruh buku tersebut. "Seperti tidak ada bahan pendidikan lain untuk pelajaran SMP," sesalnya.

Sebelumnya, para orangtua murid juga resah gara-gara dalam buku Seni Musik SMP memuat utuh lirik lagu Dangdut Koplo berjudul "Oplosan" dan "Wedi Karo Bojomu".

Kali ini, pada buku Bahasa Jawa untuk kelas II SMP, termmuat pula pelajaran soal "perlu orane rasa cemburu" atau perlu tidaknya rasa cemburu.

Rangkaian kalimat itu menjadi bagian dari ilustrasi cerita yang tertulis di halaman 33 dan 34.

Sejak paragraf pertama sudah mengisahkan tentang arti cemburu dalam hubungan antara suami dengan istri. Dilanjutkan pula bahwa rasa cemburu sejenis perasaan curiga kepada suami/istri karena memiliki hubungan khusus dengan yang lain. Tidak itu saja, buku pelajaran itu tegas-tegas menyatakan bahwa kecemburuan bisa berdampak pada perselingkuhan yang disebutnya sebagai sesuatu yang wajar.

"Coba baca ini, apa patut bacaan seperti ini untuk murid SMP?" kata seorang wali murid yang tidak ingin disebut namanya daripada berurusan dengan pejabat sekolah anaknya, Sabtu (1/9/2013) lalu.

sumber: tribunnews.com

Advertiser