Rabu, 04 September 2013

Money Politic KarSa di Tulungagung Belum Terbukti

Berita Tulungagung - Bawaslu Jatim menyatakan belum menemukan indikasi adanya politik uang di Kabupaten Tulungagung yang dilakukan kampanye tim KarSa, terhadap para tukang becak.

"Dari pendalaman yang kami lakukan belum ada indikasi kuat adanya politik uang. Tapi ini belum final, masih terus didalami," kata Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto kepada wartawan di kantornya usai menerima laporan tim Khofifah-Herman (Berkah), Selasa (3/9/2013).

Bawaslu pada hari ini memeriksa tim relawan dari Berkah yang melaporkan adanya politik uang di Tulungagung, saat tim KarSa menggelar kampanye di daerah tersebut.

Tim relawan Berkah yang diperiksa adalah Didik Nurwasis, selaku Bendahara. Pemeriksaan dilakukan oleh staf ahli Bawaslu Jatim, Mahmud Suhermono.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Bawaslu Jatim yang meminta agar Panwaslu di Tulungagung juga mengecek temuan itu. Panwaslu Tulungagung sudah mendalami laporan tersebut.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan Panwaslu Tulungagung, belum menemukan adanya politik uang tersebut. "Tapi, kami menunggu hasil resminya dari Tulungagung, tapi laporan awal belum menemukan itu," tukasnya.

Pembagian terhadap tukang becak di Tulungagung, saat kampanye KarSa, dari hasil laporan awal konteksnya bukan politik uang melainkan pembayaran jasa kerja.

Saat itu, tukang becak yang yang dikerahkan untuk mengangkut rombongan KarSa menuju lokasi kampanye, setelah selesai mereka diberi uang untuk ongkos. "Jadi, hubungan itu konteksnya adalah pengguna dan pemilik sarana, yakni tukang becak. Apakah itu dikatakan politik uang tentu perlu pendalaman lebih lanjut," ujarnya.

Pihaknya meminta agar pihak pihak tertentu tidak menuduh ke pihak lain apakah melakukan politik uang atau tidak, sebab masih dalam proses pemeriksaan.

Bawaslu menegakkan hukum, setiap ada laporan ditindaklanjuti untuk mendapatkan kepastian hukum bagi para pelapor. "Bawaslu nanti akan menyampaikan hasilnya ke masyarakat," imbuhnya.

Tidak hanya tim Berkah yang dimintai keterangan. Bawaslu juga memeriksa tim KarSa yang diwakili oleh Tim kuasa Hukum Karsa Hadi Pranoto. Kedatangan Hadi Pranoto untuk dikonfrontasi terkait keterangan tim Berkah. "Kami menjelaskan terkait tuduhan lawan. Sejak awal tidak ada politik uang di tim kami," pungkasnya.

sumber: beritajatim.com

Advertiser