Rabu, 25 September 2013

MK Baca Putusan Pilwali, Polres Kediri Kota Siaga Satu

Berita Kediri - Rencananya majelis hakim MK bakal membacakan putusan gugatan hasil Pilwali Kota Kediri, Rabu (25/9/2013). Polres Kediri Kota bakal siaga penuh untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan menyusul rencana pembacaan putusan sidang tersebut.

Persiapan pengamanan sendiri akan difokuskan di sekitar Kantor KPU Kota Kediri di Jl Jaksa Agung Suprapto. Di lokasi kantor KPU bakal disiagakan sekitar 300 personel pengamanan.

"Pengamanan nanti sifatnya situasional. Namun pasukan bakal disiagakan untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan," jelas AKP Surono, Kasubag Humas Polres Kediri Kota kepada Surya Online, Selasa (24/9/2013).

Dijelaskan  AKP Surono, untuk pengamanan nanti Polres Kediri Kota tidak mendapatkan tambahan personel dari Brimob. Namun pasukan Brimob Kompi Kediri bakal siap siaga untuk membackup pengamanan.

Sejauh ini masih belum ada pemberitahuan kelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya kepada petugas. Meski begitu petugas tetap siaga  melaksanakan kegiatan patroli.

Pascapilwali, KPU Kota Kediri menjadi sasaran unjuk rasa kelompok masyarakat yang tidak puas dengan hasil pilwali. Setidaknya ada lima aksi demo dengan tuntutan pelaksanaan pilwali ulang.

Sementara Achmad Suryono,SH anggota tim penasehat hukum pasangan calon dr Samsul Ashar - Ir Sunardi (SAS) membenarkan rencana pembacaan putusan sidang sengketa hasil Pilwali Kota Kediri pada, Rabu (25/9/2013) siang.

Sidang sengketa hasil Pilwali Kota Kediri dipimpin ketua majelis hakim MK, Akil Mochtar.SH. Pada persidangan di MK ini majelis hakim telah memeriksa sekitar 20 orang saksi.

Pihak tergugat KPU Kota Kediri dalam persidangan diwakili pengacara Robikin,SH dari Peradi Jakarta dan Edy,SH, Kasi Perdatun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. Dari pasangan calon Abdullah Abu Bakar - Lilik Muhibah diwakili oleh pengacaranya Nurbaedah,SH.

Materi gugatan pada sidang MK ini terkait dengan masalah daftar pemilih tetap (DPT) yang masih amburadul serta adanya dugaan praktik money politik berupa kontrak politik dengan ketua RT yang dilakukan pasangan calon pemenang Pilwali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar - Lilik Muhibah.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser