Kamis, 12 September 2013

Menipu! Ketua LSM PRC Ponorogo Dilaporkan

Berita Ponorogo - Salah seorang anak pengusaha optik ternama yang menjadi tersangka dalam kasus penggerebekan perjudian saat hajatan di rumah oknum LSM PRC, melaporkan Ketua LSM PRC itu ke Polres Ponorogo dalam kasus dugaan penipuan.

Kasus penipuan yang menyangkut 2 pejabat tinggi di Polres Ponorogo itu, kini masih dalam penyelidikan petugas lantaran yang dicatut dalam masalah itu adalah Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan dan Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Bambang Untoro.

Kasus penipuan ini bermula ketika  penggerebekan 4 pengusaha yang berjudi di rumah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Rakyat Cilik (PRC) Kabupaten Ponorogo, Khalil di JL Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Mangkujayan,
Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Senin (9/9/2013) dini hari , tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim Polres Ponorogo berhasil meringkus pelaku perjudian yakni Sumanto (46), warga Desa Sekaran, Kecamatan Siman dan Haryono (40) warga Jalan Gajahmada, Kota Ponorogo.

Selain dua orang pelaku yang berhasil diringkus, petugas juga menetapkan dua pelaku lain sebagai buron. Kedua orang buron tersebut berisial KO dan EK. Keempat pelaku perjudian tersebut dikenal sebagai pengusaha di Ponorogo.

Pascapenggerebekan itu, oknum Ketua LSM  PRC Ponorogo, Khalil mendatangi keluarga Sumato dengan dalih bakal membantu mencarikan jalan keluar agar Sumanto bisa bebas dari jeratan hukum. Namun, karena merasa tertipu, akhirnya korban yang tak lain anak Sumanto mendatangi Polres Ponorogo untuk melaporkan kasus penipuan yang menimpa dirinya itu.

Korban penipuan Titis (33) warga Desa Sekaran, Kecamatan Siman mengatakan Rabu (11/9/2013) sekitar pukul 07.00 WIB, didatangi Ketua LSM PRC, Khalil. Oknum LSM ini berdalih bisa membebaskan masalah yang menjerat ayahnya.

Selain itu, kata Titis, Khalili dihadapannya mengaku sudah membuat deal dengan Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan dan Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Bambang Untiri untuk membebaskan ayah itu.
Akan tetapi dengan syarat harus membayar Rp 50 juta. Karena terlalu mahal dinego menjadi Rp 30 Juta. Setelah tebusan Rp 30 juta dikirim dan ditransfer, korban mengecek ke Polres Ponorogo. Namun, Kapolres dan Kasubag Humas POlres Ponorogo mengaku tak mengetahui soal deal-deal membebaskan tersangka kasus perjudian itu.

"Uang tebusannya awalnya Rp 50 Juta, terus dinego menjadi Rp 30 juta paska Pak Khalil menelepon Kasubag Humas Polres Ponorogo yang menyetujui harga tebusan itu. Saat itu, Khalil mengatakan syarat Rp 50 juta itu Rp 25 juta untuk Khalil dan Rp 25 juta untuk Uli. Karena sudah diyakinkan Khalil paska telepon Pak Bambang dan disetujui Kapolres maka saya langsung ke bank dan mentransfer uang itu," terangnya kepada Surya, Kamis (12/9/2013).

Paska melaksanakan tranfer uang Rp 30 juta itu, korban mendatangi Polres Ponorogo untuk meyakinkan uang sudah diterima apa belum. Namun betapa kagetnya, makakala korban langsung menemui Kapolres Ponorogo dan Kapolres menyatakan tidak mengetahui soal deal-deal pembebasan tersangka perjudian itu. Apalagi, Kapolres Ponorogo menyatakan langsung kasus ini sebagai kasus penipuan.

"Seketika itu saya sebagai korban langsung melaporkan kasus penipuan ini. Karena saat ke Polres Ponorogo kemarin saya tidak langsung ke Kasubag Humas akan tetapi langsung ke Kapolres Ponorogo," paparnya.

Sementara Kasubah Humas Polres Ponorogo, AKP Bambang Untoro membenarkan adanya laporan kasus penipuan yang menyangkut dua nama pejabat Polres Ponorogo itu. Namun, pihaknya menegaskan jika kasus penipuan itu masih dalam penyelidikan tim penyidik Satuan Reskrim Polres Ponorogo.

"Memang benar laporan kasus penipun itu sudah masuk. Kami tidak tahu deal-deal (lobi-lobi) yang disampaikan terlapor ke pelapor (korban) itu. Saat menepon korban, terlapor mengaku Sudara Bambang Kasubag Humas Polres Ponorogo dan menyuruh untuk berkoordiansi kepada pelapor sebagai keluarga tersangka perjudian dengan maksud terlapor dapat membantu perkara pidana ayah pelapor agar bebas dari tahanan dengan syarat membayar uang Rp 50 juta.
Saat nego mencapai kesepakatan terlapor meminta uang Rp 30 juta dan sekira pukul 09.00 WIB pelapor mengirimkan uang Rp 30 juta melalui transfer Bank BNI Cabang Ponorogo ke nomor rekening 0214826762 atas nama Zulkifli Manaf yang menurut terlapor merupakan ajudanya.
Setelah melakukan transfer uang tersebut pelapor merasa curiga dan melakukan konfirmasi ke Polres Ponorogo hingga menyadari jika yang bersangkutan tertipu. Dalam kasus tersebut korban mengalami kerugian Rp 30 juta," pungkasnya.

Sementara, Ketua LSM PRC yang dihendak dikonfirmasi melalui ponselnya tidak memberikan jawaban sama sekali.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser