Jumat, 06 September 2013

Material Habis, Polres Trenggalek Ganti SIM dengan Surat Keterangan

Beritatrenggalek.com - Belum tuntas penyelesaikan material BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang habis sejak Januari lalu. Kali ini giliran matrial SIM (Surat Izin Mengemudi) di Jawa Timur yang stoknya habis. Salah satunya juga dialami Polres Trenggalek.

Kepala Biro Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek, Iptu Bambang menjelaskan, material yang habis adalah tinta (ribbon) untuk mencetak SIM. Keterlambatan tersebut terjadi selama kurun waktu 12 hari terakhir atau sejak 26 Agustus yang lalu.

"Sebetulnya kami ingin memberikan pelayanan yang prima, kami juga mengerti apa yang dikeluhkan masyarakat, semoga saja kondisi ini segera teratasi," katanya.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya mengaku telah mengajukan permohonan material yang kurang ke Polda Jatim.

Meski demikian, ia mengaku proses pelayanan pemohon SIM di Polres Trenggalek masih berjalan seperti biasanya. Para pemohon SIM baru maupun perpanjangan tetap dilayani.

"Hanya saja SIM-nya diganti dengan surat keterangan, SIM sementara itu bisa dipakai di dalam maupun ke luar kota, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," imbuh Bambang.

Dijelaskan, apabila SIM asli telah jadi, seluruh pemohon bakal mendapat pemberitahuan dari pihak kepolisian, guna proses pengambilan.

Dari data di Satlantas Polres Trenggalek, setiap hari rata-rata ada 100 pemohon surat ijin mengemudi, dengan rincian 40 persen SIM baru dan 60 persen perpanjangan.

Terlambatnya material surat ijin mengemudi (SIM) di Polres Trenggalek, Jawa Timur mulai dikeluhkan sejumlah masyarakat.

Salah satu pemohon SIM di Trenggalek, Ikhwan mengatakan, saat ini pengurusan SIM tidak bisa sehari jadi dan harus menunggu tanpa batas waktu yang pasti.

"Ini tadi dijelaskan kalau bahan SIM-nya habis dan saya dikasih surat keterangan sebagai pengganti SIM sementara, nanti kalau sudah jadi ditukar dengan SIM yang asli," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut merepotkan para pemohon lisensi mengemudi, karena harus bolak-balik ke polres. Terlebih apabila pemohon hendak pergi ke luar pulau.

"Kalau rumahnya sekitar kota sini tidak ada masalah, sewaktu-waktu bisa mampir. Tapi kalau rumahnya daerah pinggiran seperi Munjungan maupun Panggul kan repot," ujarnya.

Sementara itu, Habisnya material SIM tidak hanya terjadi di Trenggalek tapi di berbagai Wilayah, Data di Ditlantas Polda Jatim, hingga Rabu sore, dari 38 wilayah Kabupaten/Kota sudah ada 20 wilayah yang kehabisan stok material SIM. Yakni Sidoarjo, Malang Kota Malang Kabupaten, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Kediri, Blitar, Tulungagung, Madiun Kota dan Madiun Kabupaten, Magetan,Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Pamekasan, Pacitan.

Advertiser