Kamis, 05 September 2013

Massa Kepung KPU Kediri

Berita Kediri - Polisi menutup akses ke jalan raya di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (5/9/2013), menyusul unjuk rasa massa yang kecewa dengan hasil Pemilihan Wali Kota Kediri.
  
Sebelumnya diberitakan, massa yang berasal dari Forum Peduli Konstitusi yang berafiliasi dengan pasangan Samsul Azhar-Sunardi, salah satu pasangan yang turut berkontestasi dalam Pemilihan Wali Kota Kediri, berunjuk rasa di kantor KPU.

Mereka menolak hasil pemungutan suara serta menuntut adanya pengulangan pemungutan suara karena menganggap adanya kecurangan dalam pelaksanaan pilwali yang berlangsung pada 29 Agustus 2013. "Kita minta adanya pengulangan pilwali Kota Kediri," kata Bagus Kuswanto, koordinator aksi, saat ditemui Kompas.com sesaat setelah menyampaikan aspirasinya kepada anggota KPU.


Seusai diterima oleh anggota KPU, massa yang membekali aksi dengan berbagai macam poster serta seperangkat peralatan kesenian jaranan itu kemudian membubarkan diri untuk menuju kantor Panwaslu guna menggelar aksi yang sama.


Rangkaian pelaksanaan Pilwali Kota Kediri sudah sampai pada fase rekapitulasi penghitungan suara secara manual oleh KPU. Dari penghitungan itu, suara pasangan nomor urut 6 Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah unggul dalam perolehan suara.


Meskipun demikian, aksi unjuk rasa terus terjadi, terutama dari tim pasangan Samsul Azhar-Sunardi (SAS) nomor urut 4 yang merasa kecewa dalam pilwali itu. Samsul Azhar adalah petahana Wali Kota Kediri, sementara Abdullah Abu Bakar adalah Wakil Wali Kota Kediri petahana.


Polisi menutup akses ke jalan raya di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri, Penutupan yang bersifat sementara itu dilakukan dalam radius 500 meter demi mengamankan pengguna jalan dari aksi yang diikuti oleh massa berpita hijau itu. Selain blokade jalan, tampak pula ratusan personel polisi maupun TNI bersiaga di sekitar kantor KPU yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu.

Beberapa kendaraan militer juga siap siaga, seperti kendaraan water cannon, kawat berduri, serta senapan gas air mata. "Pengamanan sudah menjadi tanggung jawab kepolisian guna menjaga kondusivitas," kata Ajun Komisaris Besar Ratno Kuncoro, Kapolres Kediri Kota, saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Personel pengamanan itu, Kuncoro menambahkan, tidak hanya datang dari Polres Kediri Kota saja, tetapi juga dari beberapa jajaran lain dari sekitar Kediri, termasuk Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta. "Penarikan pasukan menunggu instruksi dari Polda," imbuh Kuncoro.

Sumber: Kompas.com

Advertiser