Rabu, 18 September 2013

Korban Bencana di Trenggalek Minim Perhatian

Beritatrenggalek.com - Bencana yang terjadi 2 ( dua ) bulan yang lalu sampai kini belum adanya penanganan yang kongkret dari pemkab Trenggalek maupun dari instansi yang terkait khususnya BPBD. Bahkan bantuan terhadap korban banjir pun sangat minim sekali hanya berupa makanan ala kadarnya.
Pemkab Trenggalek dinilai lamban dalam menanggulangi korban banjir di Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Watulimo.
Pemerintah juga dinilai pilih kasih dalam memberikan bantuan kepada korban banjir yang berada di Kecamatan Munjungan.

Demikian dikatakan kepala desa Karangturi, Puryono , kemarin siang saat hendak menghadap kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto. Menanggapi sikap pemerintah daerah dalam menangani korban banjir tersebut sangat tidak adil dan pilih kasih mas. Kata puryono. Kades yang juga mantan aktifis tersebut. Disebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek juga dinilai lamban dalam melakukan bantuan yang terkait pembangunan pasca bencana di Munjungan. Malah yang terjadi, desa yang  mengalami bencana malah dapat bantuan , hal ini benar-benar lucu dan salah sasaran.

“Kita meminta ke Bupati Trenggalek agar tidak meninggalkan daerahnya karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Apalagi warga yang rumahnya roboh dan rusak berat. Paling tidak ya membantu beban warga yang mengalami kerugian besar tersebut. dalam keadaan seperti inilah pemkab trenggalek cepat tanggap apa yang dibutuhkan rakyatnya. Pada intinya kami sangat membutuhkan bantuan pembangunan infrastruktur maupun jembatan- jembatan yang putus maupun masih bisa digunakan walaupun secara darurat pasca bencana masih banjir,” jelas Puryono.

Secara Terpisah, kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto saat dikonfirmasi melalui telpon celulernya mengatakan, penangan pasca bencana banjir itu sekarang telah ditangani pihak PU Bina Marga dan Pengairan kabupten trenggalek mas. Jadi kami tak mempunyai kewenangan. Bila ingin lebih jelas dan detail sebaiknya Tanya saja ke pak Yanu Rianto selaku kepala dinas PU Bina Marga dan Pengairan. Seolah – olah Joko melempar tanggung jawab dan kewenangannya sebagai kepala BPBD. Mengingat Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di dua Kecamatan Munjungan dan kecamatan Watulimo dua bulan yang lalu. Dengan adanya kerugian 6 rumah roboh dan 68 rumah rusak berat dan sampai saat ini pemkab trenggalek melakukan pembiaran terhadap warganya

Sumber: surabayapagi.com

Advertiser