Minggu, 29 September 2013

Kelaparan, Bapak dan Anak di Kediri Curi Ayam

Berita Kediri - Beralasan "Kelaparan", Mardi (48) warga Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri bersama anaknya yang masih berusia 16 tahun, nekat mencuri ayam jago yang rencananya digunakan untuk membeli beras. Karena perbuatan itu, ayah dan anak kini harus meringkuk di bui Polsek Ngadiluwih.

Pria yang ditinggal istrinya ke Kalimantan dan kini hidup bersama dua anaknya mengaku semula tak ada niat jahat. Bapak dan anak ini berboncengan sepeda pancal dengan alasan mencari nafkah dan mau bekerja apapun. Karena persediaan bahan makanan di rumah habis.

Namun sampai di Desa Bedug, ban sepeda yan mereka tumpangi bocor. Pria bertubuh kurus dan pendek ini berusaha mencari pinjaman pompa. Rumah yang dituju adalah milik Wayan Sulistyo, warga Desa Bedug. Pintu rumah Wayan diketuk berkali-kali oleh Mardi namun tidak ada jawaban.

Dalam kondisi rumah sepi, tersangka melihat seekor ayam jago di depan mata. Saat itu juga timbul niatan mencurinya. Sayang, belum sampai ketangkap, pemilik rumah muncul dan memergoki langsung aksi Mardi. Pemilik rumah spontan meneriakinya, hingga warga berdatangan.

Warga yang geram karena ternak mereka selama ini juga sering hilang, langsung melampiaskan kemarahannya. Mardi termasuk anaknya, SI yang baru terjatuh dari pohon dan mengalami patah tulang tangan, menjadi sasaran amuk masa. Setelah itu, keduanya baru diserahkan ke Mapolsek Ngadiluwih untuk ditindaklanjuti. 

Mardi kepada wartawan mengatakan, saat itu dalam hatinya tidaak ada niatan mencuri ayam. Tapi dia terus terngiang bayangan bagaimana bisa membeli beras untuk kedua anaknya. “Karena terpaksa dan terjepit ekonomi, niatan itu saya lalukan,” kata Mardi di Mapolsek Ngadiluwih, Sabtu (28/9).

Sementara itu, sesuai dengan prosedur, Unit Reskrim Polsek Ngadiluweh tetap memproses keduanya sesuai Undang-undang, yaitu dilakukan proses berita acara pemeriksaan (BAP). “Keduanya akan kami kenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tutur Untung.

Sumber: surabayapost.com

Advertiser