Jumat, 27 September 2013

Kejari Ponorogo Kembali Bidik Proyek Waduk Mriwong

Berita Ponorogo - Tak puas dengan hasil penelitian yang diberikan oleh tim Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS). Kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran dalam pembangunan waduk yang berlokasi di sungai Mriwong Kecamatan Jenangan, Ponorogo kembali dibuka Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo.

Sebelumnya, kasus ini sempat dibidik oleh Kejaksaan pada pertengahan tahun 2006 lalu. Pengumpulan data dilakungan oleh Kajari salah satunya dengan mendatangkan tim ITS yang sewaktu pelaksanaaan pembangun  proyek tersebut sebagai  salah satu konsultan.

“Kita kurang puas dengan hasil dari tim ITS. Tapi kita sudah punya hasil penelitian pembanding dari beberapa sumber yang lebih ahli dan berkwalitas,” jelas Kajari Ponorogo, Benny  Santoso

Dijelaskanya, propyek tersebut menggunakan dana APBD 2004 dengan nilai awal sebesar Rp 2 miliar. Ternyata, pada proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2005, biaya pembanguna proyek tersebut membengkak menjadi Rp 4 miliar. Di samping itu, nama proyek dalam kontrak yagn seharusnya berbunyi pembangunan waduk ternyata realisasinya hanya penampungan air sementara.

“Ini kan bukan proyek multi years (tahun jamak). Malah, laporan pelaksanaanya tidak sesuai karena hanya membangun Embung yang skalanya lebih kecil,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat, pembangunan waduk bermasalah karena tidak sesuai dengan bestek yang diajukan. Di samping itu, pembangunan embung itu diduga mengalami ‘mark up’ yang cukup besar karena dalam APBD 2004 pembangunannya hanya dialokasikan dana sebesar Rp 2 M. Tapi dalam perkembangannya pihak Pemkab tanpa sepengetahuan dewan telah melakukan perjanjian kontrak dengan pihak kontraktor, dalam hal ini CV. Alia dari Kediri.

Dengan kesepakatan bahwa dana senilai Rp 4 M yang Rp 2 M diambilkan dari APBD 2004, sedangkan sisanya Rp 2 M akan dianggarkan pada APBD 2005. Karena proyek itu dikerjakan pada Juni 2004, maka pihak kontraktor untuk sementara menalangi dana Rp 2 M yang rencananya baru akan dianggarkan pada APBD 2005.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser