Kamis, 12 September 2013

Kejaksaan Negeri Trenggalek Bidik Paviliun RSUD Dr Soedomo

Beritatrenggalek.com - Diberitakan sebelumnya, baru di bangun 6 bulan atap rangka baja paviliun RSUD dr Soedomo Trenggalek kondisinya melengkung. Tentu saja sangat  mengkhawatirkan jika dibiarkan. Padahal proyek tahap awal tersebut sudah menguras uang negara lebih Rp 6 miliar untuk tahap awal. Dan untuk tahap lanjutan ini kembali dikucurkan uang Rp 6 miliar. Alokasi dana tersebut untuk finising hingga pengadaan interiol dan perlengkapan medis.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek tidak tinggal diam menyikapi kasus melengkungnya atap rangka baja gedung paviliun RSUD Dr Soedomo Trenggalek. Tim intelejen saat ini masih melakukan pengumpulan data dan bukti terkait proyek belasan miliar rupiah tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trenggalek Adianto SH MHum dikonfirmasi Memo membenarkan hal tersebut. Dikatakan,  kejaksaan saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dilapangan.

Data dan fakta tersebut diantaranya seputar dukomen lelang, RKS, kontrak kerja dan lain sebagainya.”Intelejen masih bekerja. Kami masih menunggu laporannya,” kata Adianto.

Saat ini, lanjut Adianto kejaksaan masih belum mengetahui secara pasti apakah gedung paviliun baru RSUD dr Soedomo Trenggalek masih dalam massa pemeliharaan ataukah tidak.”Itu yang saat ini belum kami ketahui. Setelah tahu baru kami melangkah,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya tidak mau berandai-andi menyikapi kasus melengkungnya atap rangka baja paviliun RSUD dr Soedomo Trenggalek. Kejaksaan akan melangkah dan bersikap setelah data, fakta maupun bukti terkumpul.”Sabar. Kami masih bekerja. Tunggu saja hasilnya nanti,” paparnya.

Dikatakan, kejaksaan dalam hal ini tidak akan memberikan statmen lebih jauh terkait kasus melengkungnya atap rangka baja RSUD Dr Soedomo Trenggalek. Sebab, dalam penanganan kasus korupsi harus dilakukan jika seluruh data dan bukti terkumpul.

Sumber: kediriupdate.com

Advertiser