Minggu, 22 September 2013

Kasus Asuransi, Status Tersangka Mantan Walikota Kediri Kemungkinan Dibatalkan?

Kasus Asuransi, Status Tersangka Mantan Walikota Kediri Kemungkinan Dibatalkan?Berita kediri - Sesuai keterangan pihak Kejati dugaan fee dari PT Bumi Putera yang mengalir ke Maschut diklaim sudah dikembalikan begitu mengetahui kasus tersebut menyalahi ketentuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). keterlibatan mantan wali kota Kediri Maschut dalam kasus dugaan korupsi asuransi pegawai Pemkot Kediri 2008 silam tampaknya mulai tak terendus, naga-naganya akan dibatalkan penyidik Kejati Jatim.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejati Arminsyah, begitu kasus ini menabrak ketentuan, selaku Wali Kota Maschut menghentikan program dan juga berupaya menarik kembali uang asuransi dari Kasda yang kadung masuk ke PT Bumi Putera, perusahaan asuransi yang digandeng Pemkot.

"Tapi penarikan uang baru berhasil di periode Wali Kota setelah Maschut," kata Arminsyah. Dalam konteks inilah, lanjut mantan Kajati Lampung itu, peran Maschut dalam kasus ini dikaji penyidik.

Apakah pendalaman peran Maschut bisa jadi mengarah pada penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus ini dan pencabutan status Maschut sebagai tersangka? Kajati berkelit, "Belum mengarah ke sana. Tapi soal dua tersangka lain dari perusahaan asuransinya tetap lanjut." tegasnya.

Mula kali kasus ini disidik Kejati Juli lalu, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus Rohmadi mengatakan bahwa kuat dugaan ada duit fee sebesar Rp 1 miliar dari program asuransi Pemkot Kediri yang masuk ke kantong pribadi Maschut, mantan Kacab PT Bumi Putera Kediri Hatta Mami, dan Braja, agen perusahaan asuransi tersebut.

Duit fee ini, jelas Rohmadi, seharusnya masuk ke brankas Kas Daerah. Tapi bukti yang ditemukan mengalir ke kantong pribadi tiga orang tersebut. Nah, dari temuan itu penyidik menyimpulkan ada tindak pidana korupsi dalam program asuransi pegawai yang merugikan keuangan negara. Soal itu, Arminsyah tak menyinggung sama sekali.


Sumber: beritajatim.com

Advertiser