Selasa, 24 September 2013

Kasus Anggaran Tilik Desa, Dua Camat Pacitan Diperiksa Kejari

Setelah empat pejabat Setda Pacitan di periksa terkait Kasus dugaan penyimpangan anggaran program Tilik Desa 2012, kini kasus ini mulai menyasar para camat di Pacitan. Ini setelah kejaksaan negeri (kejari) Pacitan melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah camat. ‘’Sejauh ini baru dua camat yang kami panggil,’’ kata Kasi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Pacitan, Yoanes Kardinto, kemarin (23/9).

Dia menjelaskan, dua camat yang diperiksa kemarin yakni Sugeng Widodo (mantan Camat Kebonagung) yang kini camat Pacitan. Sedangkan satunya, mantan camat Pacitan, Suharyanto yang sekarang kepala dinas kependudukan dan catatn sipil (dispendukcapil). Di hadapan Yoanes, keduanya diminta untuk menjelaskan secara detail penggunaan anggaran terkait program tilik warga tersebut.
‘’Kami hanya melakukan pengecekan data yang ditemukan di lapangan,’’ jelasnya.

Dalam penyelidikan tersebut, petugas melontarkan sejumlah pertanyaan kepada dua camat tersebut. Saat ditanya apa saja isi pertanyaan, Yoanes belum mau terbuka. Namun, dia menyampaikan semua pertanyaan yang diberikan menjurus pada temuan awal. Yakni, mengklarifikasikan sejumlah data dan menyilangkannya dengan pengakuan para camat. ‘’Pertanyaannya terus berkembang. Intinya, klarifikasi dengan data yang kami temukan,’’ kilahnya.

Lebih lanjut, kejari akan terus mengembangkan temuan itu. Sebab, Yoanes menilai ada sedikit kejanggalan dari sejumlah informasi yang dihimpun dengan data yang diterima kejari. Pun, rencananya tim dari kejaksaan akan memanggil semua pihak yang diduga memiliki peran dalam kasus tersebut. Bahkan, pihaknya bakal mengundang seluruh camat baik yang masih menjabat maupun yang sudah dimutasi untuk dimintai keterangan seperti kedua camat tersebut. ‘’Nanti kita lihat perkembanganya, kalau memang diperlukan akan semua camat dipanggil,’’ paparnya.

Pantauan koran ini, proses penyelidikan kemarin berlangsung cukup lama. Mulai siang hingga sore sekitar pukul 15.00. Sebenarnya, ada tiga camat yang datang ke kejari. Hanya saja, camat Arjosari pulang sebelum diperiksa oleh kasi pidsus. Menurut sumber koran ini di kejari, tim penyidik kejaksaan belum bisa memeriksa camat tersebut.

Ditemui terpisah, Bupati Pacitan Indartato angkat bicara dan memberikan sedikit komentar terkait masalah tersebut. Pihaknya mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kewenangan kepada tim penyidik kejari. Yang jelas, dia meminta semua masalah hukum harus diselesaikan sesuai mekanisme yang ada. ‘’Silahkan dilakukan penyidikan, nanti kan kelihatan mana yang benar dan mana yang salah,’’ tegas Indartato kepada wartawan.

Sumber: radarmadiun.info

Advertiser