Kamis, 19 September 2013

Warga Karanggandu akan Hentikan Proyek Brown Capturing dan Pipa PDAM?

Beritatrenggalek.com - Warga Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo berencana melakukan aksi menghentikan proses pembangunan proyek Bronkaptering dan jaringan pipa air baku.

Dikarenakan, PT Kharisma Bina Teknik sebagai pelaksana proyek pembangunan air baku serta PDAM Trenggalek di nilai tidak seriusi tuntutan warga.

Warga khususnya dari Dusun Dayu akan mendatangi lokasi proyek yang sedang dikerjakan. “Ini bentuk kekecewaan kami. Makanya hari ini warga sepakat menghentikan proyek,” ujar Kongso, salah satu warga.

Rencananya, warga hari ini difasilitasi pihak kepolisian Sektor Watulimo untuk bertemu dengan PT Kharisma Bina Teknik bersama PDAM Trenggalek. “Rencananya kami difasilitasi. Mudah-mudahan besok(hari ini,red) ada hasil,” tukas Kongso.

Jika tidak ada realisasi, lanjut Kongso, warga akan bertindak tegas menghentikan secara paksa pekerja untuk tidak melanjutkan pekerjaan galian atau penanaman pipa.”Itu kalau ndak ada realisasi terkait tuntutan kami,” tegas Kongso didampingi Mujianto, warga lainnya.

Sekadar diketahui, proyek senilai Rp 3,3 miliar dari Kementerian PU Dirjen Sumberdaya Air Balai Besar Sungai Brantas diduga menyalahi bestek. Dugaan itu nampak pada kedalaman galian pipa serta tidak adanya pasir sebagai dasar.

Dari pantauan Memo di lapangan, rata-rata kedalam galian untuk menanam pipa tidak lebih dari 50 cm. Padahal sesuai spesifikasi kedalaman galian sekitar 90 cm hingga 1 m. Kondisi tersebut tentu saja tidak aman untuk pipa yang ditanam.

Sebab jika terkena beban berat dipastikan pipa akan pecah. Imbasnya tentu saja muncul kebocoran. Warga Dusun Dayu Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo memprotes proyek tersebut.

Warga khawatir jika air dari Kedung Meneng diambil untuk proyek air bersih, dipastikan pasokan air baku untuk sawah dan tanaman lainnya dilahan seluas 59 hektar akan berkurang. Terlebih disaat musim kemarau.

Warga menuntut kepada PDAM Trenggalek khususnya untuk menghentikan proyek air baku. Tentunya sebelum ada kesepakatan yang disetujui serta ditandangani pihak terkait. Warga meminta agar bekas galian proyek pipa sepanjang sekitar dua kilometer tersebut ditata kembali seperti semula. Yakni dirabat serta paving.

Sumber: kediriupdate.com

Advertiser