Selasa, 24 September 2013

Gelapkan Motor, Karyawan Oto Finance Ponorogo Dipolisikan

Berita Ponorogo - Agung Trisula (26) warga RT 01, RW 02, Dusun Badegan, Desa/Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Karyawan PT Summit Oto Finance ini, yang berlamat di JL KH Ahmad Dahlan, Ponorogo, dilaporkan ke Polres Ponorogo.

Karyawan ini diduga menipu dan menggelapkan empat unit sepeda motor milik perusahaan leasing itu dengan cara mengajukan kredit fiktif.

Agung Trisula yang tercatat sebagai karyawan bagian survey ke calon nasabah tersebut, diduga menipu dan menggelapkan empat unit sepeda motor melalui jasa kredit fiktif di perusahaannya.

Karena merasa ditipu, pihak perusahaan melaporkan Agung Trisula ke Polres Ponorogo. Pasalnya, keempat unit sepeda motor yang disurvey dan telah keluar kreditnya tersebut atas nama fiktif hasil rekayasa pemalsuan pelaku.

Merasa perusahaan ditipu karayawannya, akhirnya pihak PT Summit Oto Finance yang diwakili Heru Sukrisno (35) melaporkan kasus penipuan dan penggelapan motor tersebut ke Satuan Reskrim Polres Ponorogo.

Pelapor, Heru Sukrisno mengatakan keempat unit sepeda motor yang digelapkan tersebut ketahuan ketika pihak perusahaan merasa setiap bulan tidak ada angsuran masuk dari keempat sepeda motor itu.

Ketika dilakukan pengecekan ke lapangan, berdasarkan nama para kreditor, ternyata yang bersangkutan tidak merasa memesan sepeda motor yang dimaksud itu.

"Keempat sepeda motor yang digelapkan Agung Trisula adalah KLX 150 atas nama pengkredit Thomusta Yanti dengan uang muka Rp 5 juta, D Tracker 150 atas nama pengkredit Ali Mustofa dengan uang muka Rp 5,35 juta, KLX 150 atas nama pengkredit Retnowati uang muka Rp 5 juta dan terkahir New Vixion atas nama pengkreditnya Soikem dengan uang muka Rp 4,7 juta," terangnya kepada Surya, Senin (23/9/2013).

Selain itu, Heru mengungkapkan perusahaan mengetahui adanya tindak pidana penipuan dan penggelapan setelah beberapa bulan kreditor tidak membayar angsuran bulanannya. Setelah dicek ke lokasi atas nama peminjam, ternyata nama-nama pengkredit tersebut merasa tidak pernah memesan sepeda motor yang dimaksud itu.

"Kejadiannya mulai April hingga Mei 2013. Sejak dikeluarkannya surat kredit hingga bulan ini belum ada satu pun yang mengansur. Saat dicek ternyata nama-nama itu merasa tidak pesan motor dan tidak punya motor-motor itu.

Nama-nama kreditor  fiktif dan uang muka yang dibayarkan sebagai uang muka itu adalah uang milik pelaku. Setelah dilacak sepeda motor sudah tidak berada di Ponorogo karena pelaku sudah menjualnya keluar kota," imbuhnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun menegaskan berdasarkan laporannya pelaku menggelapkan dengan modus ada nasabah kredit, akan tetapi nama-nama kreditor tersebut tidak merasa meminta dan mengajukan kredit sepeda motor yang dimaksud.

Akibat ulah pelaku, perusahaan pelapor, merugi sebesar Rp 78,58 juta. Sedangkan pelaku bakal dijerat, pasal 378 atau 374 KUHP tentang Penipuan atau Penggelapan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

"Pelaku masih karyawan perusahaan leasing tersebut. Modusnya menggunakan nama orang lain sebagai kreditor. Paska mendapat barang (sepeda motor pesanan) dijual keluar kota Ponorogo dengan harga keempat unit sepeda motor model trail dan satu unit Vixion tersebut masing-masing sekitar Rp 13 juta per unit. Uang muka yang digunakan untuk Dana Pokok (DP) tersebut milik pelaku. Dia (pelaku) berani membayar DP karena uangnya akan kembali dengan penjualan itu," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser