Rabu, 25 September 2013

Dongkrak Investasi di Trenggalek, KPPM Gratiskan 15 Perijinan

Beritatrenggalek.com - Guna mendongkrak iklim investasi di Kabupaten Trenggalek, Kantor Perizinan dan Penanaman Modal (KPPM) terus berupaya dengan berbagai macam cara, termasuk memberikan pelayanan perijinan yang prima. Selain itu KPPM juga mengratiskan sejumlah jenis perijinan, antara lain ijin prinsip, ijin lokasi, ijin usaha perdagangan (SIUP), tanda daftar perusahaan, tanda daftar industri serta sejumlah perjinan yang lain, dengan jumlah perijinan yang digratiskan mencapai 15 item.

Kepala Kantor Perizinan dan Penanaman Modal (KPPM) Kabupaten Trenggalek Stefanus Triadi, Selasa, mengatakan "Sesuai dengan prinsip dari kantor perijinan dan penananaman modal, kami memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan pasti," katanya.

"Kemudian untuk meningkatkan investasi, kami juga memberikan kepastian hukum serta keamanan. Kepastian hukum terwujud melalui regulasi perundang-undangan yang jelas," ujar Triadi.

Sedangkan untuk meredam gejolak masyarakat yang dimungkinkan muncul pada saat investasi mulai masuk, pihaknya berupaya keras dengan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat serta memberikan pemahaman jelas yang transparan.

"Tidak lupa juga kami selalu menekankan kepada para investor agar tidak melupakan masyarakat yang ada di sekitar unit usahanya, dengan cara direkrut menjadi karyawan maupun memberikan alokasi CSR," tandasnya.

Sementara itu, Sektor perdagangan dan telekomunikasi menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Trenggalek selama kurun waktu beberapa tahun terakhir.

"khusus untuk investasi sektor perdagangan selalu ada dalam setiap bulan" ujarnya.

"Sedangkan untuk telekomunikasi ini hampir seluruhnya berupa pendirian tower untuk telepon selular, nilainya selalu tinggi dan jumlahnya mencapai miliaran," katanya.

Menurutnya, Trenggalek merupakan salah satu pasar baru yang dianggap prospektif oleh para investor, baik dari dalam maupun luar kota. Hal ini terbukti dari menjamurnya bisnis pertokoan di tingkat kecamatan.

"Pasar yang dilirik tidak hanya wilayah kota, tapi hingga tingkat kecamatan, seperti di Karangan, Durenan, Pogalan, Panggul dan beberapa kecamatan yang lain," ujarnya.

Triadi menambahkan, selain perdagangan, sejumlah sektor usaha lain yang mulai masuk ke Kabupaten Trenggalek, antara lain wahana hiburan dan perhotelan.

Saat ini di Trenggalek berdiri dua wahana rekreasi "waterpark". Keberadaan investasi baru tersebut mendapat dampak terhadap perkembangan daerah yang ada di sekitarnya, terutama ekonomi mikro serta penyerapan tenaga kerja.

Dari data di KPPM Trenggalek, jumlah investasi yang masuk selama periode Januari-Agustus 2013 mencapai lebih dari Rp100 miliar. Rinciannya, Januari Rp8,75 miliar, Februari Rp9,7 miliar, Maret Rp19,5 miliar, April Rp8,52 miliar, Mei Rp7,46 miliar, Juni Rp6,5 miliar, Juli Rp34,8 miliar dan Agustus Rp5,04 miliar.

"Dari total investasi tersebut diprediksi mampu menyerap sekitar 1.528 tenaga kerja baru, dengan jumlah usaha yang masuk sebanyak 526 unit," imbuh Triadi.

Nilai kucuran investasi tahun ini tidak berbeda dibanding dengan periode yang sama (Januari-Agustus) pada tahun 2012 lalu, yang berkisar Rp100 miliar.

Sumber: antarajatim.com

Advertiser