Minggu, 15 September 2013

Coban Kromo Tulungagung jadi Tempat Mesum

Berita Tulungagung - Kabupaten Tulungagung memiliki beberapa obyek wisata tetapi tidak seluruhnya terurus baik. Antara lain kawasan wisata air terjun Coban Kromo di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat dan Pantai Popoh Desa Besole, Kecamatan Besuki 

Kawasan wisata air terjun Coban Kromo berpotensi dikembangkan lebih memadai tetapi kini justru jadi ajang pacaran menjurus mesum.

Air terjun Coban Kromo berasal dari sungai yang melintasi perbukitan, dan sebagian berkapur. Alur sungainya berkelok-kelok mengikuti kontur tanah perbukitan. Ada banyak batu besar di tepian sungai itu. Di sela-sela batu besar itulah biasanya pasangan remaja memadu kasih.

Lantaran pengunjungnya tak terlalu ramai, mereka cenderung berani bermesraan terlalu jauh. Tak sedikit yang berciuman bibir dan tetap cuek meski ada orang lewat.

"Saya perkirakan mereka masih SMA atau baru lulus. Banyak yang begitu. Lokasi favoritnya di tepi sungai, bagian atas air terjun," kata Suprapti, warga sekitar Coban Kromo.

Tetapi apa boleh buat, warga seperti Suprapti tidak bisa berbuat banyak karena pengunjung datang juga berarti membawa uang.

Warga sekitar juga mendapat penghasilan dari sewa lahan parkir dan berdagang aneka makanan ringan serta minuman pelengkap pacaran ala remaja.

Sementara Itu, Pantai Popoh yang menjadi ikon pariwisata Tulungagung sejak era kolonial Belanda, kini dikeluhkan pengunjung karena lokasi parkir mobilnya yang sempit.

Para pengunjung pun terpaksa memarkir mobilnya di luar lokasi parkir. "Ya terpaksa parkir di area pelelangan ikan," kata Hertanto dari Blitar yang berwisata bersama keluarganya, Minggu (15/9/2013).

Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki itu selalu ramai pengunjung saat hari libur.

Sementara, koordinator Pantai Popoh, Sularto, mengakui sering menerima keluhan soal tempat parkir. Itu sebabnya, dia mengaku sudah merencanakan pembangunan lahan parkir baru.

Menurut dia, lokasi parkir akan menempati tidak terlalu jauh dari lokasi parkir saat ini. "Supaya pengunjung tidak perlu berjalan jauh terlalu jauh," ujarnya.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser