Rabu, 04 September 2013

Banyak Anggota Koperasi di Tulungagung Tarik Tabungannya

Berita Tulungagung - Khawatir uangnya macet, seperti kasus di Koperasi Serba Usaha Tunas Mulya Mandiri, Desa Purworejo Kecamatan Ngunut.
Koperasi itu tiba-tiba tutup sejak Lebaran lalu, dan manajernya, Imam Saifudin, dilaporkan tiga anggotanya atas tuduhan menggelapkan uang total Rp 602 juta.

Penarikan dana tabungan secara massal terjadi di Koperasi Simpan Pinjam Panca Hidayah, Jl Raya Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Selasa (3/9/2013).

Panca Hidayah yang berbadan hukum sejak Desember 1994 itu kini memiliki empat kantor di Tulungagung.

"Terus terang saya khawatir Panca Hidayah juga ada apa-apa seperti kasus koperasi lain," kata  Umi S (29), anggota koperasi Panca Hidayah dari Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol.

Umi berniat menarik uang Rp 5,5 juta  tetapi tidak bisa karena kas koperasi sedang tidak seimbang akibat sebelumnya anggota juga menarik dananya.

Antrian puluhan anggota memang terlihat di Panca Hidayah hingga Selasa sore. Namun, benarhkah kebanyakan datang karena ingin menarik dananya?

Manager Koperasi Panca Hidayah, Safiq, mengakui bahwa memang terjadi penarikan dana di luar kebiasaan. Ia memaklumi ketidakpercayaan anggotanya jika memang akibat mengetahui informasi bahwa ada koperasi lain yang bermasalah. Menurut Safiq, penarikan dana secara massal di koperasinya terjadi sejak 2 pekan lalu.

"Kalau banyak yang mengambil tabungan secara bersamaan, kami tentu tidak bisa, tetapi kami menjamin Panca Hidayah masih dalam keadaan baik, dan jauh dari bangkrut," katanya.

Ia berharap anggota koperasinya yang telanjur menarik tabungan bersedia menabung lagi.

Sumber: tribunnews.com

Advertiser