Sabtu, 14 September 2013

6 Kecamatan di Trenggalek alami Krisis Air

Beritatrenggalek.com - Kekeringan mulai di alami warga Trenggelek, sehinga pemerintah Kabupaten Trenggek menyuplai air dengan tangki tangki. sedikitnya enam kecamatan di Trenggalek, Jawa Timur yang mengalami kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto, Sabtu mengatakan, Keenam kecamatan tersebut antara lain Trenggalek, Watulimo, Panggul, Dongko, Suruh dan Pule, dengan jumlah desa yang bervariasi.

Krisis air yang terjadi di Kabupaten Trenggalek kali ini mulai terjadi sejak dua pekan terakhir atau memasuki bulan September.

"Jadi tidak semua desa di enam kecamatan tadi krisis air, hanya saja sebagian besar sudah mulai kesulitan untuk mendapatkan air. Sedangkan untuk data pastinya desa-desa mana saja, masih kami rekap," katanya.

Menurut Joko, kategori kekeringan yang melanda sejumlah desa tersebut melum mencapai kering kritis. Namun sesuai dengan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD, berpotensi besar menjadi kering kritis.

"Karena seperti kita ketahui Trenggalek ini memang merupakan daerah rawan kekeringan. Yang dimaksud kering kritis tadi adalah untuk mendapatkan air itu harus mencari lebih dari tiga kilometer," ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, sejumlah pemerintah desa dan kecamatan telah mengusulkan bantuan air bersih ke BPBD Trenggalek. Joko mengaku akan segera menindaklanjuti permintaan itu melalui PDAM setempat.

Kepala BPBD Trenggalek ini mengklaim, telah siap untuk menangani dampak dari musim kekeringan, dengan menyiapkan Seluruh armada serta anggaran yang memadai.

"Untuk tahun ini di APBD Trenggalek disiapkaan anggaran sekitar Rp400-an juta, selian itu juga di 'backup' oleh APBD Provinsi Jatim. Jadi tidak perlu kawatir" tadas Joko.

Ia membandingkan, penanganan bencana kekeringan yang terjadi tahun lalu BPBD Kabupaten Trenggalek menghabiskan anggaran Rp1,1 miliar. Sedangkan tahun ini, kesiapan anggaran lebih dari jumlah tersebut.

"Tahun ini kami mengusulkan bantuan ke provinsi sekitar Rp2 miliar. Yang jelas, karena kekeringan ini adalah tanggung jawab bersama, maka kami selalu koordinasi dengan BPBD provinsi," ujar Joko Rusianto.

Sumber: antaranews.com

Advertiser