Rabu, 04 September 2013

45 Desa di Trenggalek Kesulitan Air Bersih

Beritatrenggalek.com - Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Joko Rusianto, yang didampingi sekretaris BPBD Suprapto kemarin 4/9 , mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Jawa Timur, melakukan siaga penuh terhadap bencana kekeringan yang melanda daerah tersebut. langkah dan upaya penanggulangan bencana telah mereka lakukan dengan cara mengajukan data ke BPBD propnsi serta mendistribusikan air bersih untuk 45 desa dari 12 kecamatan yang telah dinyatakan sebagai daerah kering kritis.

Daerah tersebut meliputi kecamatan panggul, munjungan, watulimo, kampak , pogalan, bendungan, tugu, kecamatan karangan , suruh , pule , trenggalek dan kecamatan dongko. Dalam minggu ini kami telah siap untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah – wilayah mana yang dianggap memerlukannya. kami telah melakukan 'dropping' (pengiriman) air bersih ke desa-desa tersebut bekerja sama dengan PDAM dan Dinas Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih)," terang Joko. Bila warganya kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari tersebut, termasuk untuk memasak dan keperluan rumah tangga lainnya.kamipun telah siap untuk mengirim air bersih tersebut.

Ia hanya mengisyaratkan kondisi 45 desa yang diidentifikasi mengalami bencana kering kritis tersebut rata-rata sudah tidak memiliki sumber air bersih sama sekali, lantaran semua sumur warga kering kerontang."Kalaupun ada, lokasinya pasti jauh, lebih dari 3 kilometer. Itupun warga harus antre berjam-jam baru dapat jatah air," terangnya.

Untuk Mengatasi permasalahan tersebut, Joko memastikan BPBD Trenggalek bekerja sama dengan PDAM dan Dinas Perkimisih telah melakukan kesiagaan penuh. PDAM berkomitmen untuk menyiapkan 8 armada truk tangki pengangkut air bersih untuk diangkut menuju daerah yang mengalami kekeringan.

“Kami telah menerjunkan tim reaksi cepat penanggulangan bencana untuk memantau desa-desa yang dinilai kering kritis. Kapanpun ada laporan masuk menyangkut daerah yang kesulitan air bersih, saat itu juga kami akan melakukan pengiriman," tandasnya.

Armada yang kita siapkan ada 10 armada yang 8 diantaranya dari PDAM dan 2 mobil milik kita ( BPBD ) sendiri. Jelasnya. Pada intinya, kapan saja kita diperlukan siap siaga dan langsung meluncur ke wilayah-wilayah yang kering. Tandasnya.

sumber: surabayapagi.com

Advertiser