Senin, 05 Agustus 2013

Tradisi Lebaran Kupat Di Durenan Trenggalek

Tradisi Lebaran Kupat Di Durenan Trenggalek - Bagi warga Trenggalek mungkin sudah banyak yang tahu dan ada yang belum tahu tentang Tradisi Lebaran Kupat Di Durenan Trenggalek.

Tradisi makan ketupat mungkin sudah lazim dilakukan oleh umat muslim di pulau jawa sehabis merayakan hari raya idul fitri. Namun berbeda dengan tradisi lebaran ketupat (Kupatan) di kecamatan Durenan Trenggalek.

Di salah satu kecamatan kabupaten yang terkenal dengan kripik tempenya ini, tradisi lebaran ketupat dilakukan pada H+7 lebaran idul fitri atau setelah menjalan puasa sunnah selama 6 hari. Yang menarik,pada saat kupatan setiap rumah menggelar open house dan menyediakan makanan berupa ketupat dengan aneka macam sayur.

"Siapapun boleh mampir, baik kenal maupun engggak "

Bagi warga Durenan dan sekitarnya , tradisi kupatan sudah dilakukan secara turun temurun. Sehingga banyak saudara maupun keluarga yang dari luar Durenan lebih memilih untuk bersilaturahmi ketika lebaran ketupat.

"Jadi kalau disini yang ramainya justru pas lebaran ketujuh"

Menurutnya riwayat, tradisi ini berawal dari kebiasaan keluarga KH Abdul Mahsyir atau yang lebih akrab disebut mbah mesir yang merupakan salah satu ulama di kecamatan Durenan, Mbah Mesir merupakan putra kiai Yahudo, Slorok, Pacitan, yang masih keturunan Mangkubuwono III, salah seorang guru Pangeran Diponegoro.

Konon pada waktu itu setiap sehabis hari raya idul fitri pertama , Mbah mesir selalu di undang oleh bupati Trenggalek ke pendopo . Di situlah Mbah mesir menjalankan puasa selama eman hari bertutur turut dan setelah itu pulang ke kediamanya di durenan.

"nah , sehabis pulang dari pendopo, mayarakat skitar selalu sowan (bersilaturahmi) ke rumah mbah mesir"

Setelah mbah mesir meninggal dunia,tradisi kupatan masih terus dilestarikan di kecamatan Durenan Trenggalek hingga sekarang.

Selain di Durenan tradisi serupa juga digelar di kelurahan Kelutan,Trenggalek. Di kelurahan ini, tradisi kupatan digelar baru digelar sejak dua thun yang lalu, yang digagas oleh salah satu organisasi kepemudaan.

Agarlebih meriah , tradisi kupatan di Kelutan di selingi dengan aneka macam hiburan mulai , Hadrah, Campursari, Reog dan Barongsai.
(dari berbagai sumbur)

Advertiser