Sabtu, 31 Agustus 2013

Tim BerKah Pacitan Inventarisir pelanggaran Pilgub Jatim

Berita Pacitan - Tim sukses pasangan calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawireja (Berkah) di Kabupaten Pacitan mulai melakukan inventarisasi potensi pelanggaran.

Jika kemudian ditemukan pelanggaran selama proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, mereka akan melakukan gugatan.

“Kita masih melakukan inventarisasi pelanggaran Pilgub. Melalui saksi maupun pengurus (PKB,red) di wilayah-wilayah,” ucap Ketua Tim Pemenangan BerKah Kabupaten Pacitan, Sifa’ul Janan, Jum’at (30/08/2013).

Upaya mengawal serta mengamankan perolehan suara pasangan nomor urut 4 itu sendiri diberikan langsung oleh Khofifah kepada tim pemenangan, saksi-saksi maupun simpatisan.

Namun Sifa’ul membantah jika langkah itu dilakukan karena kalah dalam Pilgub. Menurutnya, langkah itu diambil untuk mengantisipasi setiap kecurangan dalam proses demokrasi. Tidak hanya dalam pemilihan kepala daerah Jatim saja.

Meski belum menemukan indikasi penyimpangan, tetapi Sifa’ul menegaskan hal tersebut akan terus dilakukan. Pertimbangannya, pada saat Pilgub Jatim tahun 2008 lalu, dimana saat itu pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) kalah dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) ada indikasi kecurangan.

Yakni terjadinya penyusutan perolehan suara yang dialami pasangan KaJi. “Khususnya pada saat putaran kedua Pilgub,”
tegasnya.

Sifa’ul menjelaskan setiap temuan indikasi kecurangan akan dikordinasikan dengan tim dan dipilah-pilah. Tujuannya untuk memilih jenis-jenis pelanggaran dan kecurangannya, apakah perlu di tindak lanjuti atau tidak.

Misalnya, temuan masuk pelanggaran etika atau data. Jika temuan masuk data, contohnya warga pemilik suara tidak mendapat undangan mencoblos, pihaknya akan meneruskan laporan. Tetapi sebelumnya terlebih dulu dikonfirmasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya Kelompok Pemungutan Suara (KPS).

“Laporan akan kita kirim ke tim advokasi pasangan Berkah di Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, Menanggapi upaya tim pasangan Berkah, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan tidak akan melakukan persiapan tersendiri.

Ketua KPU Pacitan Damhudi mengatakan, setiap perolehan suara dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan terbaca di setiap tahapan. Mulai PPS, PPK, sampai KPU. Jika penghitungan benar, perolehan suara tidak akan pernah berubah di setiap tingkatan.

“Yang penting kita sesuai tahapan. Dan laporan kecurangan harus ada berita acaranya,” jelasnya.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser