Senin, 26 Agustus 2013

Tidak Dapat Ganti Rugi, Korban Kecelakaan Gantung Diri

Beritatrenggalek.com - Paijo (60), warga asal Trenggalek yang tinggal di Kelurahan Kenayan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, memilih gantung diri di tempat tinggalnya, Minggu (25/8/2013) sekitar pukul 17.00.

Pemicunya menyedihkan: Paijo seorang tukang becak yang tentu saja hanya mengandalkan fisiknya. Apes, kira-kira 4 bulan lalu, dia menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Supri, tetangganya, bercerita, Paijo ditabrak oleh seseorang yang tidak ia ketahui pasti, hingga tangannya patah. Paijo sudah sering meminta penabraknya agar bertanggungjawab namun rupanya tidak pernah mendapat santunan.

"Sejak itu, dia tidak bisa bekerja lagi karena tangannya patah," kata Supri.

Supri menduga, situasi itulah yang mendorong Paijo nekad gantung diri. "Saya juga tidak menduga dia sampai begitu. Belum lama ini saya malah diberi baju dan makanan," katanya.

Jenazah Supri dievakuasi oleh sejumlah polisi dan dibantu warga, menjelang Maghrib tadi.
Menurut Kepala Polsek Tulungagung Kompol Puji Wiyono, kematian Paijo menunjukkan gejala murni bunuh diri. "Ada sperma pada kemaluan korban dan lidahnya menjulur," katanya.

Saat polisi datang, jenazah Paijo masih tergantung pada tali biru di kayu atap. Polisi kemudian mengevakuasi ke rumah sakit. "Selanjutnya kami antarkan ke rumah asalnya di Trenggalek karena tidak punya saudara di Tulungagung," katanya.
Sumber: Surya Online

Advertiser