Kamis, 22 Agustus 2013

Terduga Teroris Asal Trenggalek Mudik Usai Ledakan Bom di Vihara

Beritatrenggalek.com - Andri Wahono (21) dari Trenggalek yang merantau ke Jakarta selama 7 bulan terakhir, sedang mudik Lebaran setelah bom meledak di Vihara Ekayana, Jakarta, 4 Agustus 2013 malam.

Menurut Purwito (32), kakak kandung Andri, adiknya sampai di rumah kira-kira 3 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, 8 Agustus.
"Saya lupa persisnya tanggal berapa dia pulang, tapi kira-kira 3 hari sebelum Lebaran sudah di rumah," ujar Purwito di rumahnya, Dusun Gandu, Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Trenggalek, Rabu (21/8/2013).

Menurut dia, Andri berangkat ke Jakarta lagi tanggal 13 Agustus. "Selama 7 bulan merantau ke Jakarta, ya baru Lebaran ini dia pulang," katanya.

Purwito menyebutkan, selama di rumah saat mudik itu, adiknya juga tidak menunjukkan pertanda aneh. "Adik saya itu pendiam, ramah, tidak pernah aneh-aneh. Semoga polisi cepat melepaskan adik saya. Dia salah apa?" kata Purwito.

Meski pendiam, Andri rupanya cukup menonjol saat sekolah di SMPN Karangan maupun di SMKN Suruh. "Saat di SMP jadi Ketua OSIS, saat di SMK jadi komandan peleton Pramuka. Dia memang suka berorganisasi," katanya.

Purwito yakin, adiknya tidak bersalah tetapi ia pilih menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari polisi. Keluarga petani lugu ini tidak terbayang memakai jasa pengacara karena kondisi ekonominya pas-pasan. Andri adalah anak pasangan petani kecil bernama Bonandir-Mukayah.

Itu sebabnya, lanjut Purwito, adiknya berniat kuliah lagi di Jakarta tetapi memakai biaya sendiri dari hasil kerjanya sebagai karyawan bagian administrasi di sebuah showroom truk Hino di Jakarta. "Sempat bilang mau kuliah lagi pakai biayai sendiri. Mau ambil jurusan komputer katanya. Tapi nggak bilang akan kuliah di kampus mana," kenangnya.
Sumbur: Surya Online / surabaya.tribunnews.com

Advertiser