Selasa, 20 Agustus 2013

Petugas Gabungan di Ponorogo Serempak Gelar Razia Perbatasan

Setelah Polres Trenggalek Gelar Razia Besar - besar. Sekarang petugas gabungan di Ponorogo juga gelar razia besar besaran secara serempak di perbatasan.

Semakin maraknya kasus penangkapan teroris dan penyerangan terhadap anggota Polri yang bertugas membuat jajaran petugas Polres Ponorogo semakin memperketat penjagaan wilayahnya.

Salah satunya selain menambah persenjaan senapan api (Senpi) laras panjang dan pendek di semua Polsek dan Pos Penjagaan, juga dilaksanakan razia wilayah perbatasan secara serempak, Senin (19/8/2013) malam.

Ini menyusul wilayah Kabupaten Ponorogo merupakan wilayah paling ujung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah termasuk merupakan pintu masuk menuju Tulungagung melalui Trenggalek saat penangkapan sejumlah teroris di Kabupaten Tulungagung beberapa waktu lalu.

Sasaran petugas gabungan sejumlah polsek mulai dari 3 sampai 5 polsek di perbatasan itu selain mobil boks juga barang bawaan sejumlah mobil pribadi.
Akan tetapi, bus yang beroperasi di malam hari juga tak luput dari razia petugas yang dipersenjatai lengkap dengan senpi laras panjang, pistol, dan metal detektor itu.

Razia di jalur perbatasan yang dilaksanakan serentak itu, ada di beberapa titik perlintasan keluar masuk Ponorogo. Diantaranya, razia gabungan dari petugas jajaran Polsek Pulung, Polsek Pudak, dan Polsek Sooko di Pulung karena ada jalan tembus menuju Trenggalek.

Sedangkan di Sawoo juga digelar razia Gabungan Polsek Sawoo, Polsek Sambit, Polsek Mlarak, dan Polsek Jetis. Selain itu, di jalur menuju Pacitan juga ada razia petugas gabungan empat polsek yakni Polsek Balong, Polsek Slahung, Polsek Bungkal, dan Polsek Ngrayun sebagai pintu keluar masuk Wonogiri, Jawa Tengah terdiri dari anggota Polsek Sumoroto, Polsek Badegan, Polsek Jambon, Polsek Sampung dan Polsek Sukorejo.

Razia di perempatan Desa Ngampel, Kecamatan Balong misalnya. Razia dilaksanakan karena lokasi itu merupakan jalur keluar masuk Ponorogo-Pacitan dan Ponorogo - Wonogiri.

Puluhan petugas berseragam lengkap dan sebagian berpakain preman menggelar razia mobil-mobil yang melitasi jalur tersebut. Puluhan petugas berseragam dilengkapi dengan senjata laras panjang dan pistol.
Apalagi dari petugas yang ikut razia itu ada yang mendapat SMS dari temannya, jika teroris mulai masuk wilayah Jawa Timur bagian selatan.

"Tadi saat kami mulai razia dapat SMS dari anggota polisi yang masih teman saya yang bertugas diluar kota kalau teroris masuk wilayah Jatim selatan. Ponorogo termasuk wilyah Jatim seletan. Jadi kami harus memperketat penjagaan dan pengawasan dengan razia seperti ini," terang anggota Polres Ponorogo yang enggan disebutkan namanya.

Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan, dikonfirmasi melalui Kapolsek Balong, AKP Suwito mengaku jika razia yang digelar serempak di wilayah perbatasan dengan personil gabungan antar polsek itu atas komando dan perintah atasannya.

"Kami dapat perintah untuk mempimpin razia angkutan yang melitas di jalur Ponorogo-Pacitan. Razia di Perempatan Ngampel ini gabungan dari empat polsek. Setelah dari sini nanti kami akan bergeser ke Slahung, perbatasan Ponorogo-Pacitan," ungkap Suwito.

Selain itu, Suwito mengungkapkan dalam razia yang digelar malam itu merupakan rangkaian kegiatan razia pengamanan menjelang pemiliham Gubernur (Pilgub) Jatim yang bakal dilaksanakan 29 Agustus 2013 mendatang serta sebagai antisipasi gerakan terorisme. Yakni dengan jalan berusaha mempersempt pergerakan dan pelarian jaringan teroris.

"Sasaran razia khususnya mobil boks dan mobil pribadi, serta bus. Sasaran mencegah teroris, senjata api, bahan peledak, senjata tajam, minuman keras serta narkoba.
Kami mohon ijin semua mobil yang melitas kami geledah bawaannya demi keamanan dan menciptakan situasi Jatim khususnya Ponorogo kondusif.

Semua anggota kami bekali senjata api laras pendek dan laras panjang karena tidak mustahil kejadian seperti di tangerang akan merembet ke kota lain karena jaringan teroris sudah kemana-mana," urainya.

Sementara salah seorang pengemudi mobil pribadi yang dirazia malam itu, Deo (33) dari Pacitan hendak ke Lamongan mengaku sudah hal biasa demi keamanan. Meski dalam perjalanan panjangnya menuju Lamongan bersama sejumlah anggota keluarganya itu sempat terhenti beberapa menit.

Informasi Petugas Gabungan di Ponorogo Serempak Gelar Razia Perbatasan berdasarkan sumber surabaya.tribunnews.com

Advertiser