Minggu, 25 Agustus 2013

Pemkab Trenggalek Kucurkan 3,3 Miliar Untuk Puskesmas Baruharjo Durenan

Pemkab Trenggalek Kucurkan 3,3 Miliar Untuk Puskesmas Baruharjo Durenan
Beritatrenggalek.com - Pemkab Trenggalek mengucurkan anggaran sebesar Rp3,3 miliar untuk memperbaiki gedung Puskesmas Baruharjo, Kecamatan Durenan yang berada di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Sutikno Slamet, Minggu mengatakan, perbaikan fasilitas kesehatan itu dibagi menjadi dua tahap, yakni tahun 2012 dan 2013.

"Untuk pembangunan tahap I (lantai I) yang dikerjakan tahun lalu menghabiskan anggaran Rp1,3 miliar. Uangnya diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK)," katanya.

Sedangkan pembangunan tahap dua yang meliputi lantai dua dan tiga menggunakan dana alokasi umum (DAU) dengan pagu anggaran Rp2,2 miliar. Namun dari hasil lelang, pekerjaan tersebut ditawar oleh pihak rekanan yang memenangkan tender menjadi Rp1,9 miliar atau turun Rp261 juta.

"Untuk tahap dua ini, proses pengerjaannya dilakukan selama lima bulan atau hingga tanggal 22 Desember. Kami berharap tahun depan bisa digunakan," kata pria yang akrab disapa Sutik ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya peningakatan kualitas dan fasilitas kesehatan di kawasan perbatasan antarkabupaten tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar warga sekitar, mengingat beberapa tahun ini banyak masyarakat yang memilih berobat ke Kabupaten Tulungagung.

Padahal sekitar sepuluh tahun yang lalu, Puskesmas Baruharjo selalu menjadi rujukan masyarakat di sekitar Kecamatan Durenan untuk berobat kesehatan dasar.

"Makanya Pak Bupati berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan puskesmas tersebut seperti sediakala, caranya dengan memperbaiki bangunan, fasilitas maupun kualitas SDM-nya," imbuhnya.

Dikatakan, rencananya ruang inap pasien juga bakal dilengkapi dengan pendingin udara (AC), sehingga dapat meningkatkan kenyamanan warga yang berobat.

Puskesmas yang berbatasan dengan Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung tersebut kini memiliki tiga orang dokter serta para serta perawat yang profesional.

"Seandainya kalau menjadi rumah sakit tipe D akan lebih baik, tapi kelihatnnya masih belum bisa, karena sarana dan prasarananya masih kurang, tapi target kami minimal bisa hampir setara," paparnya.

Sementara itu dari pembangunan tahap satu, Sutik mengklaim mulai berdampak baik dan kembali dipercaya masyarakat sekitar. Indikasinya, saat ini tingkat kunjungan pasien meningkat.

"Pendapatan dari retribusi pasien juga naik tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun lalu itu dari target Rp220 juta, pada bulan ketujuh sudah bisa dipenuhi, kemudian tahun ini kami ditarget Rp320 juta," kata Sutikno Slamet.

Informasi Pemkab Trenggalek Kucurkan 3,3 Miliar Untuk Puskesmas Baruharjo Durenan  berdasarkan sumber menit.tv

Advertiser