Sabtu, 03 Agustus 2013

Minim Sosialisasi, Guru Trenggalek Kesulitan Susun RPP Kurikulum 2013

Minim Sosialisasi, Guru Trenggalek Kesulitan Susun RPP Kurikulum 2013 - Sejumlah guru di Trenggalek, Jawa Timur mengaku kebingungan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013, akibat minimnya sosialisasi.

Kasi Humas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Trenggalek, Totok, Sabtu mengatakan, sebelum pelaksanaan kurikulum baru tersebut baru tiga guru yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus.

"Dari tiga guru yang mengikuti diklat tersebut ternyata mendapatkan penjelasan yang berbeda-beda, sehingga guru-guru yang lain bingung harus mengikuti yang mana," katanya.

Dikatakan Totok, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyusunan RPP yang benar dan sesuai dengan Kurikulum 2013.

Melihat kenyataan itu kepala sekolahnya akhirnya memberikan kebebasan kepada tenaga pendidik untuk memilih salah satu jenis RPP, seperti yang didapatkan oleh tiga guru yang mengikuti diklat.

Kebijakan itu bakal diterapkan hingga ada petunjuk langsung dari kementerian pendidikan maupun dinas pendidikan setempat.

Selain terkait penyusunan RPP, pelaksanaan kurikulum baru ini juga terkendala minimnya buku bahan ajar. Karena hingga kini, sekolah yang menjadi salah satu "pilot project" Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut baru menerima distribusi buku untuk tiga jenis mata pelajaran.

Untuk mengakali minimnya bahan ajar tersebut masing-masing guru masih menggunakan bahan ajar kurikulum sebelumnya (KTSP) yang disesuaikan dengan kisi-kisi Kurikulum 2013.

"Untuk kurikulum baru ini ada dua mata pelajaran yang dihapus, yaitu komputer dan kewirausahaan, Jadi untuk melaksanakan pengajaran kami harus memilah materi yang ada di kurikulum KTSP," imbuh Totok.

Meskipun mengalami sejumlah kendala, pihaknya mengaku tidak ada keluhan dari anak didiknya, ia optimis kedepan bisa menjalankan program nasional tersebut dengan baik.

"Kami masih memaklumi kekurangan itu, mengingat ini adalah kurikulum baru, sehingga butuh penyempurnaan. Kami yakin dinas pendidikan akan melakukan sosialisasi lanjutan," ujarnya.

Di Kabupaten Trenggalek baru lima SMK yang ditunjuk oleh Kemendikbud untuk melaksanakan Kurikulum 2013, dengan pembiayaan langsung dari pemerintah pusat. Sedangkan SMK yang lain akan menyusul pada tahun-tahun berikutnya.
Informasi Minim Sosialisasi, Guru Trenggalek Kesulitan Susun RPP Kurikulum 2013 berdasarkan sumber http://www.antarajatim.com/lihat/berita/115326/guru-trenggalek-kesulitan-susun-rpp-kurikulum-2013

Advertiser