Kamis, 22 Agustus 2013

Intelijen Pantau Satu Oknum Warga di Gandusari Trenggalek

Intelijen Pantau Satu Oknum Warga di Gandusari Trenggalek - Satuan intelijen Polres Trenggalek, Jawa Timur, dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0806 setempat terus memantau pergerakan seorang warga perantau di wilayah Gandusari karena ditengarai terlibat jaringan ekstremisme Islam atau terorisme.

Kapolres Trenggalek AKBP Deny Setya Nugraha Nasution, Kamis, tidak secara terbuka mengakui keberadaan oknum warga yang dicurigai terlibat jaringan terorisme, namun membenarkan satuan intelijen kepolisian terus memantau aktivitas sejumlah warga pendatang maupun peduduk asli yang lama merantau.

"Kalau warga asli yang tinggal di sini (Trenggalek) kami kira tidak ada, tapi lain halnya dengan pendatang atau orang-orang yang telah lama merantau," ujarnya saat dikonfirmasi pelepasan Andri Wahono, terduga teroris asal Desa Gamping, Kecamatan Suruh.

Andri Wahono ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Percetakan Andesche, Bekasi Timur, Selasa (20/8).

Meski tidak mengungkapkan hasil kerja "satuan burung hantu" secara terbuka, pernyataan Kapolres itu identik dengan informasi sumber intelijen yang menyebut ada satu oknum warga di wilayah Kecamatan Gandusari menjadi obyek pengamatan khusus.

Oknum warga yang digambarkan berjenis kelamin pria dan berusia sekitar 25 tahun tersebut menjadi fokus pantauan intelijen karena acapkali pulang malam dan meninggalkan rumah dini hari, atau sebelum matahari terbit.

Gerak-gerik pemuda yang disebut-sebut telah lama merantau ke luar daerah tersebut bahkan sempat memicu keresahan warga sekitar karena beraktivitas dan berbusana layaknya penganut Islam garis keras.

"Sementara ini baru satu orang yang menjadi pemantauan kami karena gerak-geriknya yang mencurigakan," ungkap sumber intelijen.

Dikatakan, pengamatan terhadap warga yang dicurigai terlibat gerakan ekstremisme dan terorisme dilakukan secara melekat, bekerja sama dengan jejaring warga sekitar.

Selain kontinyu melakukan inspeksi berkala dengan metode penyamaran, tim intelijen dari unsur kepolisian dan TNI AD (Kodim 0802) juga aktif berkoordinasi dengan warga sekitar yang dipercaya intensif memberikan laporan perkembangan aktivitas bersangkutan.

Sumber: antarajatim.com & iyaa.com

Advertiser