Senin, 26 Agustus 2013

Cemari Lingkungan, Warga Pogalan Tutup Saluran Limbah Tapioka

Beritatrenggalek.com - Puluhan warga Dusun Oro-Oro Ombo Desa Pogalan Kecamatan Pogalan, Minggu(24/08) menutup paksa saluran pembuangan limbah pengolahan tapioka. Aksi dipicu akibat munculnya bau tidak sedap dari air limbah tepung ketela itu. Khususnya pemilik warung disekitar saluran pembuangan mengaku sangat terganggu dengan bau menyegat dan tidak sedap dari limbahnya.

Imbasnya sejumlah warung ditinggal pembelinya. Kondisi itu tentu saja sangat merugikan mereka. Tidak hanya pemilik warung. Bau menyengat air limbah juga mengganggu warga sekitar.

Damin, salah satu warga menuturkan, munculnya bau tidak sedap sudah terjadi cukup lama. Warga yang rumahnya dilintasi saluran limbah beberapa kali meminta pemilik pengolahan tepung tapioka tidak membuang air sisa pengolahan ke saluran. Namun permintaan tersebut sama sekali tidak diindahkan.”Ndak digubris sama sekali. Makanya kami nekat melakukan aksi ini,” terang Damin.

Tidak ada respon dari pembuang limbah, sejumlah warga yang merasa dirugikan melapor ke pemerintah desa setempat. Namun sampai saat ini belum ada realisasi sama sekali. Saat itu pihak desa berjanji akan membangun saluran yang berguna khusus untuk membuang air limbah sisa pengolahan tepung tapioka.”Dulu janjinya begitu. Tapi nyatanya tidak ada realisasi,” tukas Damin.

Puncaknya, sejumlah warga yang kesal sekitar pukul 09.00 beramai-ramai menutup saluran pembuangan air limbah dengan karung berisi pasir. Dengan aksi tersebut warga berharap air limbah tidak lagi mengalir ke saluran.”Kalau tidak begini, masyarakat banyak yang rugi,” kata Damin.

Ditambahkan sejumlah warga lain, selain bau menyengat dan tidak sedap, air limbah sisa hasil pengolahan ketela pohon juga menyebabkan ratusan hektar areal persawahan milik warga tercemar. Imbasnya hasil tanaman padi tidak menghasilkan produk maksimal. Pasalnya, diduga air limbah tersebut mengandung bahan kimia tertentu.

Sumber: Kediriupdate.com

Advertiser