Senin, 26 Agustus 2013

55% Warga Trenggalek Tidak Tau Kapan Pilgub Jatim

Beritatrenggalek.com - Masyarakat ketika disodori pertanyaan apakah sudah mengetahui pada tanggal 29 Agustus 2013 nanti akan dilaksanakan Pemilukada untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Jatim, mayoritas masyarakat menjawab belum tahu. “Sebanyak 67,5 persen masyarakat belum mengetahui, sedangkan yang tahu cuma 31,3 persen. Dan yang tidak menjawab 1,3 persen,” tegas Heliosa Soerwianto .

Begitu juga KPUD Trenggalek memikul tugas berat, untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2013 mendatang. Namun, sebelumnya KPUD punya tugas berat untuk mensosialisasikan Pilgub Jatim 2013 ke seluruh warga. Sebab, ternyata mayoritas masyarakat desa / pedesaan masih belum mengetahu akan ada hajatan pesta demokrasi ditingkat propinsi. Masyarakat pun banyak yang tidak mengetahuinya kapan akan dilaksanakannya Pemilukada untuk Pilgub jatim ini. Padahal pelaksanaannya tinggal menghitung hari saja yang akan diselenggarakan tanggal 29 / 8 2013 mendatang.

Sedangkan Suripto salah satu komisioner KPUD Trenggalek mengatakan, "sebenarnya kami telah melakukan sosialisasi melaluhi structural dan radio maupun balio. Memang aku akui disaat waktu sosialisasi itu banyak yang tak datang walaupun telah kita undang. Namun, demikian kami optimis pelaksanaan pilgub Jatim di Trenggalek akan maksimal sesuai dengan harapan. Saat ditanya berani bertaruhkah pilgub ditrenggalek mencapai 90%, iapun tak berani. Soalnya pilgub baru akan dilaksanakan 29 Agustus 2013 mendatang." Dengan alasan tersbutlah ripto tak berani memprediksinya. "Walaupun sosialisasi kami dianggap kurang maksimal oleh berbagai pihak. Terkait anggaran ripto tak memahami betul berapa anggaran sosialisasi tersebut, yang tau bendahara mas," tuturnya.

Sementara itu calon gubernur dari no.3 Bambang DH saat diwawancarai juga menyayangkan sekali adanya pembodohan demokrasi yang dilakukan oleh KPUD setempat. Ditrenggalek ini angka yang tak tau kapan dilaksanakan pilgub Jatim yang mencapai 50% lebih ungkapnya. KPUD trenggalek harus bekerja keras memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk ke daerah-daerah guna menyosialisasikan agenda Pilgub jatim . “Karena jika tidak, dikhawatirkan nantinya angka golput akan tinggi,” tandasnya. Anggaran untuk sosialisasi ini kan cukup besar sekali. Jangan – jangan KPUD trenggalek hanya membikin laporan yang tak sesuai dengan apa yang terjadi di masyarakat. Apabila hal ini betul terbukti aparat penegak hokum kita harus bekerja lebih cepat inikan uang rakyat ( uang Negara juga ) , jangan sampai dimakan orang – orang yang tak bertanggung jawab imbuhnya.
Sumber: surabayapagi.com

Advertiser