Selasa, 23 Juli 2013

Wanita Ini Berharap Jajanan Khas Trenggalek "Ketan Kolak" bisa Bersaing dengan Jajanan Jepang

Wanita Ini Berharap Jajanan Khas Trenggalek "Ketan Kolak" bisa Bersaing dengan Jajanan Jepang - Meski teriknya matahari begitu panas, hal ini tak menyurutkan niat Sutini (42) untuk berjualan ketan kolak bersama anaknya, Brandon. Sutini segera bergegas berangkat ke jalan Karang Menjangan dari rumahnya di Karang Wismo untuk menjual ketan kolaknya sebagai hidangan berbuka puasa.

Perempuan asli Trenggalek ini mengatakan ketan kolak merupakan jajanan asli Trenggalek. Biasanya ketan kolak dipakai hanya saat ada acara selamatan di daerah Trenggalek dan Tulungagung.

Menurut Sutini ketan kolak memang jajanan desa, sehingga masyarakat Surabaya pada umumnya tak mengetahui apa itu ketan kolak. Sebetulnya cukup simpel untuk membuat jajanan ketan kolak ini. Kata Sutini, cukup mencampurkan ketan di dalam kolak. Rasa kolak pun akan terasa lebih nikmat dan gurih sebab ada ketan di dalam situ.

"Ya ini jajan ndeso mas, asli Trenggalek di Tulungagung juga ada, kalau ada orang bancakan (selamatan, red) itu dikasi ketan kolak," ujar perempuan paruh baya ini.

Sutini sendiri mengaku hanya bermodalkan Rp 50 ribu saja untuk berjualan ketan kolak setiap harinya. Namun bila ketan kolak itu habis seluruhnya, ia dapat meraup keuntungan hingga Rp 250 ribu sehari. Ketan kolak itu satu bungkusnya hanya dihargai Rp 4.000 rupiah. Harga yang cukup murah untuk sebuah jajanan yang kreatif.

Sutini pun berjualan hanya pada saat bulan ramadan saja. Di luar Ramadan dia berjualan di kantin Poltek sakti yang ada di jalan jemursari. Lantaran kantin Poltek Sakti selama bulan Ramadan tutup, wanita bertubuh subur ini pun bmencoba peruntungan dengan menjual ketan kolak.

”Ya awalnya nyoba-nyoba mas, karena orang belum seberapa kenal, jadi ya saya harus mempopulerkan dulu di Surabaya, aslinya simpel saja cuman kolak dikasi ketan gitu,” jelas wanita beranak satu ini.

Ibu dari Brandon ini berharap ketan kolak dapat terkenal di Surabaya seperti kolak ayam yang terkenal di daerah Gresik. ”Ya saya berharap ketan kolak bisa bersaing sama makanan-makanan modern sekarang mas, masa jajanan tradisional kalah sama jajanan jepang kayak onigiri gitu. Kita sebagai orang Jawa tulen harusnya malu, kalau anak cucu kita tidak mengenal makanan tradisional Jawa. Kalau bukan kita yang mulai mengenalkan, sapa lagi mas?” pungkasnya.

sumber: surabayapagi.com

Advertiser