Senin, 01 Juli 2013

Sekolah Negeri Trenggalek Larang Siswa Baru Daftar Lebih dari Satu Sekolah

Sekolah Negeri Trenggalek Larang Siswa Baru Daftar Lebih dari Satu Sekolah - Sekolah negeri di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, membuat kebijakan "satu pendaftar satu sekolah", satu kesepakatan bersama yang melarang calon siswa baru mendaftar di lebih dari satu sekolah negeri.

Kasi Humas SMK Negeri I Trenggalek, Totok Sugiarto, Senin mengatakan, kesepakatan yang diberlakukan di seluruh sekolah negeri tersebut untuk menghindari bangku kosong.

"Contohnya begini, satu anak mendaftar di dua sekolah dan diterima keduanya, maka calon siswa tersebut akan memilih satu sekolah dan satu sekolah yang ditinggalkan dipastikan akan terjadi bangku kosong," katanya.

Pemberlakukan kebijakan bersama itu dilakukan dengan cara mewajibkan masing-masing calon pendaftar untuk menyerahkan ijazah dan surat keterangan hasil ujian (SKHU) asli.

"Apabila ijazah dan SKHU belum keluar, bisa diganti dengan surat keterangan dari sekolah asal yang menyatakan bahwa siswa yang bersangkutan telah lulus," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan dengan Ketua Panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 2 Trenggalek, Imam Maarif.

Menurutnya, ketentuan satu pendaftar satu sekolah itu juga akan memberikan kesempatan terhadap sekolah-sekolah swasta untuk mendapatkan murid yang lebih banyak dan berkualitas.

"Kalau boleh mendaftar di beberapa tempat, maka potensi bangku kosong sangat besar, yang rugi bukan hanya sekolah negeri saja, melainkan sekolah swasta juga demikian," katanya.

Karena apabila tidak dilakukan pembatasan maka calon siswa bisa mendaftar sesuka hati di sekolah-sekolah yang diminati.

Dampaknya apabila tidak diterima di satu sekolah maka calon siswa tersebut akan memilih alternatif sekolah negeri yang lain dan tidak langsung mendaftar ke sekolah swasta.

Sementara itu dari pantauan korepsonden ANTARA di Trenggalek, jumlah pendaftar di SMK negeri membeludak dan lebih banyak apabila dibandingkan dengan jenjang SMA.

DI SMK Negeri I Trenggalek, misalnya, pada hari pertama saja jumlah formulir yang terjual mencapai 1.125 lembar.

Jumlah tersebut dipastikan masih terus bertambah, karena pendaftaran akan hingga
beberapa hari ke depan.

"Bahkan, saat ini kami sudah memesan tambahan formulir sebanyak 500 eksemplar, hal ini untuk mengantisipasi apabila jumlah yang kami sediakan tidak mencukupi," imbuhnya.

Pemandangan serupa juga terjadi di SMK Negeri 2 Trenggalek. Hari pertama pendaftaran, jumlah formulir yang terjual mencapai 1.247.

Apabila dibandingkan tahun lalu, jumlah pendaftar di SMK negeri 2 Trengglek meningkat 25 persen.

Sementara pemandangan berbeda terjadi di SMA Negeri I Trenggalek, bekas rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) ini baru didatangi oleh 142 calon siswa.

"Hari pertama masih 142 yang mengambil formulir, kemungkinan jumlahnya akan bertambah pada hari kedua dan ketiga, karena biasanya banyak di antara calon siswa itu yang mendaftar pada hari-hari akhir, sambil melihat nilai terandahnya," kata Ketua Panitia PPDB SMA I Trenggalek, Irwanto. (*)

Sumber: Antarajatim

Advertiser