Kamis, 25 Juli 2013

Seribuan Hektare Padi di Trenggalek di Serang Wereng, Dinas Pertanian Beri Bantuan Pestisida

Seribuan Hektare Padi di Trenggalek di Serang Wereng, Dinas Pertanian Beri Bantuan Pestisida -  Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur membantu ribuan petani setempat pestisida untuk mengantisipasi risiko gagal panen seiring merebaknya hama wereng yang menyerang tanaman padi di daerah tersebut.

"Total sudah satu ton pestisida kami bagikan secara langsung kepada petani, terutama di daerah (Kecamatan) Watulimo dan Durenan," terang Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Trenggalek, Joko Surono, Kamis.

Ia mengakui potensi gagal panen di daerahnya pada musim tanam (MK-1) kali ini cukup tinggi.

Dari keseluruhan luas lahan pertanian padi yang mencapai 12 ribuan hektare di seluruh Trenggalek, tanaman padi yang saat ini terancam gagal panen mencapai 1.420 hektare.

Serangan hama wereng paling parah terjadi di daerah Kecamatan Durenan dan Watulimo.

Di dua wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung ini, 30-an hektare tanaman padi dewasa (umur sekitar 60-70 hari) bahkan mengalami puso atau gagal panen.

Menurut Joko, kegagalan panen padi di dua wilayah tersebut disebabkan petani terlambat melakukan pencegahan secara dini, atau setidaknya melakukan tindakan cepat begitu hama wereng mulai bermunculan.

"Saat ini kami terus membagikan bantuan pestisida ke spot spot yang terancam. Di wilayah Durenan saja ada sekitar 500 kilogram (pestisida) kami berikan secara cuma-cuma kepada petani, 400 kilogram diantaranya merupakan bantuan (pemerintah) provinsi," terang Joko.

Meski sudah ada 30-an hektare yang dipastikan gagal panen, secara keseluruhan Joko memastikan sebagian besar tanaman padi yang saat ini terancam hama wereng bisa diselamatkan.

Sinyalemen itu setidaknya terlihat dari kondisi tanaman padi di wilayah Durenan dan Watulimo yang kembali terlihat segar dan menguning dengan normal.

Petugas dan penyuluh di bagian pengendali penyakit tanaman juga aktif melakukan pemeriksaan di sejumlah spot tanaman padi petani yang sebelumnya menjadi kawasan
"invasi" hama wereng.

"Ini konsekwensi dari kondisi cuaca yang cenderung basah (hujan) sehingga memicu perkembangbiakan hama wereng secara tidak terkendali," jelasnya.
Sumber : antarajatim.com

Advertiser