Kamis, 11 Juli 2013

Pengungsi Korban Longsor di Trenggalek Belum Tersentuh Bantuan

Pengungsi Korban Longsor di Trenggalek Belum Tersentuh Bantuan - Puluhan pengungsi yang rumahnya hancur tertimbun tanah longsor di Desa Karangturi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (5/7), hingga kini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah setempat.

Kepala Desa Karangturi, Puryono, Kamis mengatakan, sejak terjadi bencana banjir dan tanah longsor pekan lalu, tidak ada satupun pejabat dari Pemkab Trenggalek maupun badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) yang menyalurkan bantuan.

"Hari ini bantuan yang datang justru dari Kapololres Trenggalek beserta jajarannya, mereka membawakan makanan untuk warga yang mengungsi, sedangkan dari pemkab kami belum ada yang datang," katanya.
Menurutnya, para korban bencana alam di desanya masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah setempat, mengingat delapan kepala keluarga (KK) tidak dapat kembali ke rumahnya yang kondisinya hancur.

"Mau pulang kemana, kalau rumahnya hancur dan rata dengan tanah. Jadi sampai sekarang masih mengungsi di rumah tetangga dan ada yang membuat tenda di tengah hutan," ujarnya.

Puryono menjelaskan, kejadian banjir dan tanah longsor sepekan yang lalu menyebabkan delapan rumah amblas tertimbun tanah longsor, sedangkan 60 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Selain itu, sejumlah infrastruktur jembatan dan jalan desa di wilayahnya juga mengalami kerusakan parah.
"Kerusakan infrastruktur bertambah banyak, setelah terjadi banjir susulan kemarin (10/7) malam. Salah satu jembatan besar penghubung antarkampung tiang penyangganyaa ambruk tergerus air, sehingga kami harus membuat penyanga darurat," imbuhnya.

Salah satu pengungsi, Karnianto mengaku nekat mendirikan tenda ke tengah hutan karena trauma dengan kejadian tanah longsor yang terjadi sepekan lalu.

"Kami justru tidak berani kalau mengungsi di dekat rumah, karena takut terjadi tanah longsor susulan, apalagi curah hujan juga masih tinggi," tuturnya.

Menurut dia, setiap malam seluruh anggota keluarganya memilih menginap di tenda pengungsian, sedangkan siang hari menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Sementara itu, hingga kini aktivitas perekonomian ribuan warga di Kecamatan Munjungan bagian selatan masih terganggu akibat terputusnya jembatan sementara (bailey) di Dusun Bungur, Desa Munjungan.
Untuk menjangkau pusat kota Kecamatan Munjungan, warga harus memutar melalui Desa Tawing dengan jarak tempuh yang lebih jauh, sekitar 10 kilometer.

Kepala Dusun Bungur, Sunoto berharap, Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera turun tangan dan memperbaiki putusnya jembatan dadurat tersebut.

"Karena efek sampingnya luar biasa, mau ke pasar juga susah, ke kantor kecamatan juga harus memutar jauh. Belum lagi kalau nanti anak-anak sekolah sudah mulai masuk," katanya.

Dikonfirmasi terpisah mengenai kondisi tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Trenggalek, Yuli Proyanto mengkalim telah berkoordinasi dengan dinas terkait.

"Kemarin itu kami langsung koordinasi dengan BPBD, dinas pertanian maupun dinas pekerjaan umum, karena secara wewenang langsung ada pada mereka," ucapnya.

Ia berjanji akan kembali melakukan koordinasi ulang agar para korban banjir dan tanah longsor di Desa Karangturi segera mendapatkaan distribusi bantuan. (*)
Sumber: Antarajatim

Advertiser