Sabtu, 20 Juli 2013

Pemkab Trenggalek Sosialisasikan Relokasi 40 KK Terdampak Proyek Bendungan Tugu

Pemkab Trenggalek Sosialisasikan Relokasi 40 KK Terdampak Proyek Bendungan Tugu - Sosialisasi yang dilakukan Pemkab Trenggalek, Jawa Timur, menyangkut rencana relokasi 40-an keluarga (KK) yang terdampak rencana pembangunan Bendungan Tugu di Desa Nglinggis berlangsung alot, karena tak kunjung menyepakati lahan yang ditawarkan pemerintah daerah setempat.
Antara di Trenggalek, Jumat melaporkan, sosialisasi dilakukan di kantor Kecamatan Tugu dengan mengundang seluruh perwakilan keluarga yang terdampak proyek Bendungan Tugu.
Namun, sosialisasi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sebagian besar warga masih belum bisa menerima tawaran pemerintah daerah yang disampaikan melalui perangkat kecamatan setempat, dengan alasan ketidakcocokan soal lokasi relokasi.
"Kami menawarkan beberapa opsi (pilihan) lokasi relokasi, masyarakat bebas memilih," terang Plt Camat Tugu, Totok Rudianto.
Dikatakan, resistensi ataupun penolakan terhadap satu lokasi lahan relokasi dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
Hal itu dikarenakan sosialisasi skenario relokasi masih tahap permulaan. Masyarakat diberi keluasaan untuk berpikir dan berembug dengan keluarga masing-masing ataupun dengan warga lainnya yang ikut program rencana relokasi.
"Kalaupun masyarakat minta pembayaran penuh sesuai harga yang disepakati dan mau mencari tanah sendiri di lokasi yang disukai juga tidak masalah. Konsep relokasi juga menyertakan kompensasi," jelasnya.
Ditegaskan, lokasi relokasi yang ditawarkan pemerintah daerah telah dilakuki lahan bengkok perangkat desa pada dasarnya telah direkomenasi dinas pengairan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sebagai area yang aman.
Mekipun demikian pihaknya juga akan mempertimbangkan usulan warga, termasuk relokasi di tanah kas desa yang saat ini dikelola kepala desa.
Sementara terkait proses relokasi, pemerintah tidak serta-merta lepas tangan, karena pihaknya juga akan mengusulkan agar warga mendapatkan bantuan akomodasi.
Lebih lanjut Totok menjelaskan, pihaknya bakal memberikan angket kepada 40-an warga Dusun Keser untuk menentukaan pilihan tempat relokasi yang diinginkan.
"Yang pertama adalah bengkok carik, kemudian kedua bengkok kepala desa dan yang ketiga adalah lokasi lainnya. Kami ingin melihat secara riil bagaimana keinginan warga," imbuhnya.
sumber: antarajatim.com

Advertiser