Sabtu, 06 Juli 2013

Korban Bencana di Munjungan Terima Bantuan dari Pemkab Trenggalek

Korban Bencana di Munjungan Terima Bantuan dari Pemkab Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menyalurkan bantuan pangan dan obatan-obatan untuk para pengungsi akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Munjungan, meski sejauh ini dilaporkan belum merata.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek Ahmad Buddoharto di Trenggalek, Jumat (5/7) malam mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan sejumlah bantuan berupa makanan (sembako) ke sejumlah warga yang menjadi korban bencana alam di Kecamatan Munjungan.

Hanya saja, kata dia, bantuan tersebut memang belum merata, karena keterbatasan tenaga dan sulitnya medan yang harus ditempuh menuju lokasi bencana dan pengungsian.

"Kami akan upayakan semaksimal mungkin agar semua terpenuhi," katanya.
Sesuai data terbaru yang telah masuk di BPBD, tanah longsor dan banjir pada Kamis (4/7) malam menyebabkan 11 rumah roboh, meliputi delapan rumah di Desa Karangturi, dua rumah di Masaran, dan satu rumah di Desa Ngulungkulon.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum dan insfrastruktur juga mengalami kerusakan, seperti bangunan sekolah, ruas jalan, dan beberapa jembatan darurat "Bungur" di jalur utama Kampak-Munjungan.
Tanah longsor di Desa Besuki bahkan sempat memutus jalur utama Trenggalek-Munjungan selama lebih dari 12 jam.

"Seluruhnya akan kami data dan dilaporkan ke BPBD provinsi serta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), untuk data awal, Pak Joko Rusianto (kepala pelaksana BPBD) telah melaporkan langsung ke BPBD provinsi," imbuhnya.

Belum meratanya bantuan sempat dikeluhkan seorang perangkat desa di Kecamatan Munjungan.
"Padahal di desa kami saja terdapat delapan rumah yang rusak total dan tidak dapat ditempati, selain itu 60 rumah yang rusak ringan hingga berat," kata Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan Puryono.
Ia mengatakan ratusan warga yang rumahnya rusak parah tersebut masih menumpang di rumah tetangga dan membutuhkan bantuan berupa makanan dan selimut.

"Kenapa butuh selimut, karena warga kami yang terdampak bencana ini sebagian besar berada di wilayah pegunungan, masih untung mereka bisa menginap di rumah tetangga, kalau sampai mendirikan tenda dan ternyata tidak ada bantuan tentunya akan semakin menyakitkan," katanya.

Puryono menyesalkan sikap BPBD Trenggalek yang tidak tanggap terhadap kondisi para korban banjir dan tanah longsor.

Pihaknya berharap pemerintah kabupaten dan dinas terkait untuk segera turun langsung dan memberikan bantuan tanggap darurat kepada para pengungsi.
Sumber: iyaa.com

Advertiser