Minggu, 14 Juli 2013

Kalah Bersaing! Komunitas Jasa Konstruksi Trenggalek Meradang

Kalah Bersaing! Komunitas Jasa Konstruksi Trenggalek Meradang - Komunitas jasa konstruksi yang selama ini menjadi mitra pembangunan Kabupaten Trenggalek meradang lantaran kalah bersaing dengan kontraktor luar daerah dalam sejumlah proses lelang proyek besar di daerah tersebut.

Sebagaimana diungkapkan salah seorang kontraktor Trenggalek, redy Triwiyono, Minggu, hampir semua pengusaha jasa konstruksi lokal di daerahnya tahun ini tidak kebagian "kue" proyek karena dianggap tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh unit layanan pengadaan (ULP).

"Hampir seluruh rekanan yang ikut menawar, khususnya kontraktor lokal gigit jari. Penawaran yang kami masukkan melalui ULP di Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Trenggalek sama sekali tidak dimenangkan," gerutunya.

Menurut Redy, sistem lelang terbuka serta kebijakan yang dilakukan ULP dinilai sangat merugikan rekanan lokal.

Seharusnya, kata dia, pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk memaksimalkan potensi rekanan lokal demi pemberdayaan sekaligus penguatan ekonomi setempat.

"Terus terang kami curiga ULP sengaja merekayasa sedemikian rupa dengan membuat persyaratan dan pembatasan-pembatasan sehingga rekanan lokal tidak bisa ikut tender apalagi memenangkannya," cetus rekanan yang lain.

Menanggapi keluhan dan protes masyarakat jasa konstruksi di Kabupaten Trenggalek, salah satu staf ULP Bagian Pembangunan dalam satu kesempatan "hearing" (dialog) di DPRD Trenggalek, Bekti menegaskan bahwa tidak pernah ada rekayasa apalagi permainan dalam proses lelang proyek pembangunan di daerahnya.

Dijelaskan, semua penawaran pekerjaan (proyek) sudah melewati prosedur baku yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Perpres No 54 tahun 2010 yang diubah menjadi Perpres No 70 tahun 2012 tentang pelaksanaan lelang pengadaan barang dan jasa milik pemerintah..

"Kami hanya menjalankan sesuai aturan. Tidak ada niat proses lelang memberatkan para rekanan yang selama ini menjadi mitra daerah," jelasnya.

Sejumlah anggota dewan di Komisi III DPRD Trenggalek tidak bisa berbuat banyak dalam mengatasi persoalan yang dikeluhkan masyarakat jasa konstruksi setempat.

Sebaliknya, mereka hanya menyampaikan rasa prihatin serta berjanji untuk melakukan pengawasan lebih ketat pada seluruh kegiatan proyek yang sudah dilelang dan diumumkan pemenangnya.

Lebih dari itu, Sekretaris Komisi III DPRD Trenggalek, Komarudin menambahkan pihaknya akan meminta penjelasan secara detail atas seluruh proses lelang yang pelaksanaannya di bawah ULP Bagian Pembangunan Sekretaris Kabupaten Trenggalek. (*)

Sumber: antarajatim.com

Advertiser