Jumat, 12 Juli 2013

Hujan Tinggi, Harga Cengkeh di Trenggalek Anjlok

Hujan Tinggi, Harga Cengkeh di Trenggalek Anjlok - Seminggu terakhir, harga komoditas cengkeh basah di Kabupaten Trenggalek anjlok. Penurunan harga secara drastis disebabkan intensitas hujan tinggi.

Saripah (58) pengepul cengkeh asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek menuturkan, harga cengkeh basah turun hingga Rp 17 ribu per kilogram.

"Dua minggu, lalu harga cengkeh basah tembus Rp 50 ribu per kilogram. Kemudian turun drastis hingga Rp 33 ribu per kilogram," kata Saripah menerangkan, Jumat (12/7/2013).

Penurunan harga cengkeh basah disebabkan turun hujan secara terus-menerus. Para petani cengkeh dan pengepul tidak dapat menjemur cengkeh secara maksimal.

"Hari ini mulai ada panas. Saya baru saja beli dengan harga Rp 37 ribu per kilogram, atau naik Rp 4 ribu per kilogram per hari ini," terang wanita empat orang anak ini.

Berbeda dengan harga cengkeh kering, yang relatif setabil. Sejak sebulan terakhir harga cengkeh kering bertahan pada posisi Rp 150 ribu per kilogram.

Terpisah, Rukani (53) petani cengkeh mengaku, memilih menjual cengkeh hasil panen dalam kondisi kering. Dia rela menjemur hingga beberapa hari, ketimbang harus menjual basah dengan harga relatif rendah dan fluktuatif. "Saya jual kering. Karena harganya stabil. Resikonya harus bolak-balik menjemur. Sebab, sebantar panas, sebentar lagi hujan," kata Rukani.

Hasil panen cengkehnya musim ini, kata Rukani sangat sangat bagus. Dari ratusan pohon cengkeh, mampu menghasilkan hingga 8 kwintal cengkeh basah.

sumber: beritajatim.com

Advertiser