Sabtu, 20 Juli 2013

Dindik Trenggalek Gratiskan Biaya Sekolah Siswa Miskin

Dindik Trenggalek Gratiskan Biaya Sekolah Siswa Miskin - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kabupaten Trenggalek memperingatkan ke seluruh sekolah di wilayahnya agar menghapus semua jenis sumbangan/pungutan insidental bagi siswa miskin.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Dindik Kabupaten Trenggalek Ahmadi, Sabtu, menyusul maraknya sumbangan insidental di sekolah SMA dan SMK negeri setempat.

"Pada intinya, ketika siswa miskin itu sudah diterima menjadi siswa baru, mereka berhak untuk mengikuti pendidikan hingga lulus, meskipun tidak memberikan sumbangan," tuturnya.

Dijelaskan, sumbangan insidental sifatnya sukarela dan tidak ada paksaan, sehingga apabila wali murid tidak sanggup untuk membayar maka pihak sekolah tidak berhak untuk memaksa atau menjatuhkan sanksi.

Menurutnya, pembayaran sumbangan insidental juga tidak bisa menjadi alasan pihak sekolah untuk melakukan intimidasi maupun mendiskreditkan siswa.

"Sumbangan ini tidak ada hubungannya dengan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan," imbuh Ahmadi.

Lebih lanjut Ahmadi menjelaskan, proses penentuan sumbangan kepada siswa baru tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh sekolah, karena harus melalui musyawarah dengan komite sekolah dan wali murid.

Selain itu, bantuan tersebut juga wajib didasarkan pada Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) di masing-masing SMA/SMK, sehingga penggunaanya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

"Sebagai catatan, seperti yang sudah seperti saya sampaikan tadi, ini sifatnya suka rela, serta tidak ada paksaan mengenai besarannya maupun waktu pembayaran, antara siswa satu dan lainya besarannya tidak harus sama," kata Ahmadi.

Seperti dikutip blogpanggul dari  Antara , di Trenggalek sumbangan insidental di beberapa sekolah SMA dan SMK negeri memiliki besaran yang berbeda-beda antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per siswa.

Di SMK Negeri I Trenggalek setiap wali murid di berikan pilihan besaran sumbangan yang akan disetorkan, yakni Rp1,5 juta, Rp1,75 juta dan Rp2 juta. (*)
sumber: antarajatim.com

Advertiser