Senin, 29 Juli 2013

Ambrol, Tanggul jalur Ponorogo - Trenggalek Belum di Perbaiki

Ambrol, Tanggul jalur Ponorogo - Trenggalek Belum di Perbaiki  - Ambrolnya bangunan tanggul JL Raya Ponorogo - Trenggalek di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo hingga kini tak kunjung diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur.

Padahal, ambrolnya tanggul penopang jalan propinsi itu, sudah sejak beberapa pekan terakhir.  Sebelumnya, sekitar setahun lalu, tanggul ini juga ambrol. Akan tetapi, diperbaiki bersamaan perbaikan jalan di jalur perbatasan Ponorogo - Trenggalek itu.

Kini memasuki usia 2 tahun, tanggul tersebut ambrol kembali. Hal ini disebabkan karena masih labilnya tanah yang ada di perbukitan perbatasan antar kabupaten itu. Untuk mengantisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang terperosok ke dalam jurang di bawah tanggul tersebut, warga setempat memasang batang bambu sebagai pagar pembatas sekaligus petunjuk agar pengguna jalan mengetahui jika tanggul jalan ambrol.

Oleh karenanya, bagi pengguna jalan atau pemudik yang melalui jalur Ponorogo - Trenggalek harus ekstra lebih berhati-hati dengan memperhatikan rambu-rambu jalan sederhana buatan warga setempat itu. Apalagi, di lokasi juga masih banyak tikungan dan minimnya lampu penerangan jalan saat malam hari. Bahkan di lokasi itu, masih banyak jalur berlubang karena badan jalan ambles.

Salah seorang warga setempat, Jiono (42) mengatakan jika tanggul jalan itu sekitar 2 tahun lalu itu sudah ambles. Pasalnya, jalan diperlebar dan digeser ke tanah yang tidak labil dengan cara memperlebar ke sebarang jalan.
Namun, karena badan jalan sudah separo ambles kini terjadi ambles lagi. Padahal, sebelumnya oleh Dinas PU Propinsi Jawa Timur, dibangun tanggul pengaman jalan itu agar jalur provinsi itu tidak ambrol dan ambles. Namun saat musim hujan bebrapa pekan terakhir, memicu tanggul jalan itu ambrollagi.

"Ambrolnya tanggul jalan yang sudah dibangun itu disebabkan kondisi tanah yang masih labil dipaksakan dibuat bangunan tanggul tetap saja ambrol," terangnya kepada Surya Online, Senin (29/7/2013).

Selain itu, Jiono menjelaskan bangunan tanggul ambrol lagi karena saat hujan deras lumpur molotot (turun). Kondisinya ini menyebabkan bangunan tanggul di tepian jalan itu ikut ambles separo hingga memakan antara antar propinsi itu.

"Saat tanah belum padat kena hujan menjadi lumpur melotot hingga bangunan tanggul pengaman jalan ikut ambrol," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Didik (33), sopir truk yang mengaku khawatir jika hujan deras turun lagi, ketika ada pengguna jalan yang melintasi jalur ambrol itu, bakal semakin ambles dan membahayakan pengguna jalan.

"Saya khawatir kalau melintas jalan ikut ambles karena tanggulnya sudah tidak ada. Apalagi bangunan itu sekarang tinggal tanah urukan baru. Jadi semakin rawan longsor," ungkapnya.

Sementara Kasi Jalan Dinas PU Propinsi Jawa Timur di UPT Madiun, Marijatoel Kittijah saat dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan mengenai kerusakan tanggul jalan itu. Oleh karenanya, pihaknya berjanji akan segera mengkroscek di lapangan.

"Kami belum dapat laporannya. Terima kasih atas infonya biar segera dikroscek dan ditindak lanjuti staf kami," pungkasnya.

sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2013/07/29/tanggul-jalur-ponorogo-trenggalek-ambrol-tak-diperbaiki

Advertiser