Sabtu, 08 Juni 2013

12 Petani Timahan Kampak Trenggalek Ajukan Banding

Diberitakan sebelumya 12 Warga Timahan Kampak Trenggalek di Vonis 4 Bulan Penjara.

Tim Pembela 12 petani memastikan akan mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Trenggalek, pekan depan ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

"Kami akan ajukan banding. Itu pasti karena klien kami nyata-nyata memiliki hak atas tanah di wilayah Dusun Genuk, Desa Timahan, Kecamatan Kampak," kata Anton FN Atmojo, penasihat hukum 12 petani Trenggalek, Kamis (6/6/2013).

Pengadilan Negeri Trenggalek menghukum 12 petani dengan pidana 4 bulan 26 hari serta denda masing-masing Rp 500.000, sedang perkara Ketua Kelompok Petani Mukatap bin Paijan, belum diputus.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Susianik dan Sugeng yang menuntut hukuman penjara masing-masing 8 bulan dan denda masing-masing Rp 1 juta.

Para petani yang umumnya lulusan Sekolah Dasar dan tidak bisa berbahasa Indonesia secara baik itu dinilai salah menebang pohon Sengon di hutan milik Perhutani.

"Padahal mereka punya petok D atas tanah itu. Hasil pemetaan topografi Kodam V Brawijaya juga menunjukkan lahan tersebut milik petani, bukan Perhutani," kata Anton yang mengadvokasi para petani bersama koleganya, Dentuman Djati.

Polisi menahan petani sejak 11 Desember 2012, sehari setelah 400-an aparat dari Polres, Kodim dan Polisi Hutan menangkap mereka.

Sumber

Advertiser