Sabtu, 18 Mei 2013

Peserta Uji Kompetensi Guru di Trenggalek Ratusan Lulusan SMA

Peserta Uji Kompetensi Guru di Trenggalek Ratusan Lulusan SMA
Peserta Uji Kompetensi Guru di Trenggalek Ratusan Lulusan SMA - Sedikitnya 190 guru di Trenggalek, Jawa Timur yang menjadi peserta uji kompetensi awal (UKA) tahun 2013 masih berijasah sekolah menangah atas (SMA).

     Kepala Bidang Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Trenggalek, Surjono mengatakan, ratusan guru yang berijasah SMA tersebut mayoritas adalah pengajar di tingkat taman kanak-kanak (TK).

     "Yang paling banyak memang mengajar di TK, tapi ada juga yang di SD dan SMP. Kemudian selain guru yang masih lulusan SMA, ada juga empat guru yang lulusan SMP," katanya.

     Menurutnya, sesuai dengan ketentuan, peserta yang belum memiliki ijasah sarjana masih diperkenankan untuk mengikuti uji kompetensi maupun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

     "Namun mereka harus menyelesaikan jenjang sarjananya sampai dengan tahun 2015, sedangkan untuk guru yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan saat ini usianya lebih dari 50 tahun akan ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat," ujarnya.

     Mengingat, guru yang telah berusia diatas 50 tahun tersebut akan mengalami kesulitan apabila tetap diwajibkan menempuh pendidikan sarjana.

     Lebih lanjut Surjono menjelaskan uji kompetensi awal rencananya akan digelar mulai 27 Mei sampai 8 Juni dengan total peserta se-Kabupaten Trenggalek mencapai 1.465 orang.

     "Rinciannya, yang berijasah S2 ada 22 peserta, kemudian S1 1029, D4 18, D3 17, D2 177,selanjutnya untuk lulusan D1 empat, SMA 190 dan SMP empat guru," imbuhnya.

     Ribuan peserta tersebut akan disebar di sembilan lokasi ujian, yakni  SMP I Trenggalek, SMP I Durenan, SMP I Karangan, SMA I Trenggalek, SMA II Trenggalek, SMA I Durenan, SMA I Karangan, SMK I Pogalan dan SMK Islam Durenan.

     Penempatan lokasi UKA tersebut sengaja dipilah-pilah sesuai tempat tinggal masing-masing peserta, hal itu dilakukan untuk memperlancar jalannya ujian.

     "Misalkan kalau yang rumahnya di Watulimo, maka ujiannya di Durenan, demikian juga kalau rumahnya di Panggul tempat ujiannya di wilayah Karangan. Tujuan kami hanya satu agar para guru ini lebih mudah untuk menjangkau," ujarnya.

     Surjono menambahkan, materi uji kompetensi calon guru bersertifikasi tersebut akan disesuaikan dengan mata pelajaran yang dipegang masing-masing guru.

     Kisi-kisi mengenai materi yang bakal diujikan telah dirilis oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) melalui website resminya, www.sergur.kemdiknas.go.id.

     Masih menurut Surjono, para peserta yang nantinya dinyatakan lulus dalam uji kompetensi awal tidak serta merta berstatus  guru bersertifikasi, mengingat masih ada ujian lanjutan.

     "Setelah lulus UKA, para guru ini akan mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru), untuk wilayah Trenggalek PLPG akan dilaksanakan di Universitas Negeri Malang (UM). Setelah itu lulus baru menjadi guru bersertifikasi," paparnya.

Advertiser