Sabtu, 27 April 2013

Tahukah Anda! Kalau Trenggalek Tidak Memiliki SPBU Solar Non Subsidi

Trenggalek Tidak Memiliki SPBU Solar Non Subsidi
Trenggalek Tidak Memiliki SPBU Solar Non Subsidi     - Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur tidak ada satupun yang memiliki pompa khusus solar non-subsidi (Pertamina DEX).

     Staf Bidang Energi dan Migas, Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Koperindag Tamben) Kabupaten Trenggalek, Bina Hartanto, Kamis mengatakan, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian ESDM dan Pertamina, setiap kabupaten wajib memiliki minimal empat tangki pendam/pompa solar non-subsidi.

     "Dari 12 SPBU yang ada di Trenggalek hanya ada lima stasiun yang menyediakan solar non-subsidi, itupun dalam bentuk kemasan (galon) dengan stok minimal dua kemasan, sedangkan yang menggunakan pompa tidak ada" katanya.

     Menurutnya, masing-masing galon solar non-subsidi tersebut berisi 20 liter, sehingga jumlah tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan solar masyarakat serta mobil dinas milik Pemkab Trenggalek.

     Lanjut dia, sesuai dengan kewenangannya, Pemkab Trenggalek tidak memiliki mandat untuk memaksa setiap SPBU untuk menyediakan tangki pendam/pompa untuk solar non-subsidi.

     "Yang kami lakukan hanya sebatas melakukan pemantauan saja, sedangkan yang lain menjadi domain dari pihak Pertamina dan Kemeterian ESDM," kata Bina Hartanto.

     Hartanto menambahkan, informasi dari masing-masing pengelola SPBU di Trenggalek, dalam waktu satu bulan kedepan  beberapa SPBU siap untuk menyediakan pompa khusus untuk solar non-subsidi.

     Sementara itu, minimnya ketersediaan solar non-subsidi di wilayah Trenggalek mengakibatkan operasional mobil dinas milik  DPRD setempat menjadi terganggu.

     "Yang jelas kalaupun ada jumlahnya sangat terbatas, sehingga para sopir kendaraan operasional DPRD ini terpaksa harus ke Tulungagung untuk mendapatkan bahan bakar non-subsidi," kata kasubbag Dokumentasi dan Informasi DPRD Trenggalek, Ngudiono

     Ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan kendaraan dinas berplat merah dilarang menggunakan BBM bersubsidi sejak Mei tahun lalu, sehingga meskipun di Trenggalek tidak memiliki solar non-subsidi pihaknya tetap berusaha mematuhi aturan tersebut.

     "Beberapa sopir kami pernah ada yang hampir kehabisan dan mencoba untuk mengisi solar bersubsidi tapi ditolak oleh operator SBPU," imbuhnya.

     Disisi lain, sebagian pemilik kendaraan berbahan bakar solar juga mengeluhkan tidak adanya pompa khusus Pertamina DEX tersebut, sehingga tidak bisa menjadi alternatif disaat terjadi kelangkaan solar bersubsidi.

     "Contohnya saja seperti ini, kami sangat sulit untuk mendapatkan solar bersubsidi, ketika ingin beralih ke yang non-subsidi SPBU tidak menyediakan, repot," kata salah satu pengemudi truk asal Gandusari, Trenggalek, Satrianto.

Advertiser