Sabtu, 06 April 2013

Sindikat Curanmor! Pemuda dari Panggul Trenggalek di Tangkap Polisi

Sindikat Curanmor! Pemuda dari Panggul Trenggalek di Tangkap Polisi
Sindikat Curanmor! Pemuda dari Panggul Trenggalek di Tangkap Polisi - Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek, Jawa Timur, berhasil membongkar sindikat pencurian sepeda motor (curanmor). Selain meringkus lima orang pelaku, polisi juga menangkap penandahnya.

Kepala Bagian Operasi Polres Trenggalek Kompol Danuri mengatakan, pelaku pencurian yang ditangkap berjumlah tiga orang, masing-masing Deri (25), warga Desa Besuki, Kecamatan Munjungan, Usup Afandi (30), warga Desa Ngulankulon, serta Juwarno (17), warga Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul seperti di kutip blogpanggul dari lensaindonesia.com.

“Semua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing, sedangkan penadahnya sebetulnya ada empat orang, namun yang memenuhi syarat untuk kami tahan yaitu Nanda dan Riyadin, yang dua kami kenakan wajib lapor,” katanya, Jumat (05/04/2013).

Menurutnya, para pelaku melakukan aksi pencurian enam kali, empat di antaranya di wilayah Kecamatan Munjungan dan sisanya di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, serta Bendoagung, Kecamatan Kampak.
Dari rangkaian kasus itu polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor Yamaha Jupiter dan Vega, satu di antaranya dalam kondisi telah dibongkar.

“Bisa dilihat di barang bukti yang telah dibongkar, ternyata para penadah, dalam hal ini bengkel mencoba menghapus nomor mesin, makanya kami minta kepada pemilik bengkel berhati-hati jangan asal mau saja kalau diminta melakukan seperti ini karena bisa ikut terjerat,” katanya.

Pengungkapan komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor tersebut berawal dari kasus pencurian motor di kawasan Munjungan, 13 Maret lalu. Dari kejadian itu polisi berhasil menangkap tersangka Deri.
“Kemudian oleh Satuan Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek dikembangkan sehingga kami didapatkan dua pelaku lainnya serta empat orang penadah itu. Saat ini kami juga masih terus lakukan pengembangan, mengingat banyak sekali kaksus pencurian motor terutama di daerah pedalaman,” kata Danuri.

Ia mejelaskan, tiga pelaku pencurian bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, sedangkan empat penadah diancam Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Deri mengatakan , etiap kali melakukan pencurian kendaraan dia menggunakan kunci T. Uang hasil penjualan kendaraan curian itu dibagi bertiga dan digunakan bersenang-senang.

Guna menjalani proses hukum selanjutnya ketiga pelaku ditahan di Mapolres Trenggalek sedangkan dua penadahnya masih menjalani penyidikan dan ditahan di Polsek Dongko.

Advertiser