Senin, 29 April 2013

Mengerikan! Ternyata Proyek PLTU Pacitan Meminta Tumbal Manusia

Mengerikan! Ternyata Proyek PLTU Pacitan Meminta Tumbal Manusia
Mengerikan! Ternyata Proyek PLTU Pacitan Meminta Tumbal Manusia - Pacitan, kota kecil di Jawa Timur selain terkenal tempat kelahiran Presiden SBY, di kota ini telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro.

Namun ternyata di balik pembangunan mega proyek senilai Rp 2,95 Triliun ini ada kisah yang belum terkuak ke khalayak: hilangnya banyak warga dan pekerja!
Fajar (38), warga Desa Panggul Trenggalek yang desa tempatnya tidak jauh menuju lokasi PLTU Sidomoro, mengisahkan, sejak pembangunan tahun 2007 hingga rampung sekitar pertengahan 2011, ada banyak pekerja dan warga sekitar yang hilang tidak jelas kemana.

Pembangunan PLTU itu banyak minta tumbal. Percaya nggak percaya, Pacitan termasuk ujung Pantai Laut Selatan Jawa. Mistiknya sangat kuat disini,” tutur Fajar di Pacitan, Minggu (27/4/2013) Seperti di kutip blogpanggul dari PenaOne.

Ia menambahkan, namanya daerah hutan dan persis di bibir Pantai Laut Selatan, yang konon daerah kekuasaan Nyai Roro Kidul. Fajar mengaku cerita hilangnya banyak warga sekitar PLTU sudah menjadi buah bibir masyarakat setempat. Namun Ia kurang tahu persis berapa jumlah korbannya.

Seperti diketahui, PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan dibangun diatas lahan seluas 65 ha, terletak di laut selatan pulau Jawa, Desa Sukorejo, kecamatan Sidomoro, sekitar 30 km arah timur Pacitan, Jawa Timur.

Proyek PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan ini memiliki dua unit pembangkit dengan kapasitas total tenaga listrik yang dihasilkan sebesar 630 MW, dimana kapasitas masing-masing unit pembangkit sebesar 315 megawatt. Energi listrik yang dihasilkan PLTU ini nantinya akan disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 35,65 km ke Gardu Induk Pacitan Baru dan sepanjang 84,8 km ke Gardu Induk Wonogiri.

PLTU Sudimoro merupakan bagian dari proyek percepatan pembangunan tenaga listrik 10 ribu MW tahap pertama. Pemancangan tiang pertama pembangunanya dimulai sejak 2007 lalu dengan anggaran sekitar Rp 2,95 Triliun. Jika sudah beroperasi penuh, diharapkan pasokan listrik Jawa-Bali tidak akan mengalami defisit lagi. Tidak itu saja, pembangkit listrik di wilayah Pacitan Timur ini dibangun guna menunjang program diversifikasi energi untuk pembangkit tenaga listrik ke non bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan batubara berkalori rendah.

Semoga Informasi Mengerikan! Ternyata Proyek PLTU Pacitan Meminta Tumbal Manusia bermanfaat buat sahabat blog panggul.

Advertiser