Sabtu, 13 April 2013

Polsek Tugu Tangkap Wartawan Gadungan

Polsek Tugu Tangkap Wartawan Gadungan - Kepolisian Sektor (Polsek) Tugu, Trenggalek, Jawa Timur mengamankan seorang wartawan gadungan yang kerap meminta sumbangan di sejumlah sekolah.
     Wakapolsek Tugu, IPDA Imam Subi'at, Rabu mengatakan, pria yang diidentifikasi bernama Sunarno (29) warga Dusun Ngepring Desa Sidomulyo kecamatan Pule, Trenggalek tersebut diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari guru MTs Muhamadiyah Nglngsor, Tugu.
     "Guru tersebut menginformasikan bahwa di sekolahnya didatangi seorang wartawan yang meminta sumbangan, namun setelah di koroscek melalui nomor telepon yang tertera dalam surat pengantar yang dibawa pelaku, pihak media justru tidak mengakui Sunarno sebagai wartawannya," katanya.
     Menurutnya, saat diinterogasi polisi di Polsek Tugu, Sunarno mengaku sebagai wartawan salah satu tabloid mingguan asal Kediri, ia ditugaskan di Tulungagung dan Trenggalek guna mencari sumbangan untuk kegiatan ulang tahun mediannya yang kesembilan.
     Kata Imam, selama empat bulan mejadi wartawan, pelaku telah mendatangi tiga sekolah, yakni SMPN I Pule, SMPN 2 Pule dan MTs Muhamadiyah Nglongsor, Tugu.
     Dalam aksinya pelaku mendatangi sekolah yang menjadi target dengan berbekal selembar surat perhohonan sumbangan serta kartu pers.
     "Sementara ini dia mengaku hanya mendatangi tiga sekolah dan baru berhasil mendapatkan uang sumbangan sebesar Rp100 ribu. Saat ini masih kami kembangkan dan kami tidak percaya begitu saja dengan ucapannya," jelas Imam.
     Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti beberapa lembar kwitansi kosong, surat permohonan sumbangan, dua lembar kartu pers, KTP, STNK dan dompet yang berisi uang mainan Rp40 ribu. 
     "Yang aneh, pelaku ini juga tidak membawa perlengkapan selayaknya wartawan, seperti 'report pad' maupun kamera, bahkan handphone saja tidak membawa," katanya.
     Yang unik, untuk menjadi wartawan tabloid mingguan tersebut, Sunarno harus menyetorkan uang sebanyak Rp800 ribu dan ia hanya ditugaskan untuk mencari sumbangan ke sekolah-sekolah.
     "Saya tidak disuruh menyetorkan berita, hanya disuruh cari sumbangan dengan komisi 10 persen dari uang yang didapatkan," kata Sunarno.
     Pelaku juga mengaku tidak mengetahui seluk beluk ilmu jurnalistik, bahkan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini juga tidak paham tentang tugas pokok wartawan.
     Wakapolsek Tugu, Imam Subi'at menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk menjerat kasus yang melecehkan dunia wartawan itu.[lingkartrenggalek, jwalitaNews]

Advertiser