Minggu, 21 April 2013

Pencariaan Korban Kapal Imigran di Hentikan Oleh Basarnas Trenggalek

Pencariaan Korban Kapal Imigran di Hentikan Oleh Basarnas Trenggalek
Pencariaan Korban Kapal Imigran di Hentikan Oleh Basarnas Trenggalek - Basarnas Trenggalek, Jawa Timur menghentikan proses pencarian korban penumpang kapal pengangkut pencari suaka asal Afghanistan yang ditemukan di perairan Joketro Kecamatan Panggul.


     "Sesuai arahan dari Kepala Pos SAR Trenggalek, kami tidak turun untuk melakukan pencarian, karena dari melihat kondisi di lapangan dan informasi yang kami himpun kelihatannya tidak efektif lagi," kata anggota Basarnas Trenggalek, Brian Gautama, Minggu.

     Menurutnya, keputusan untuk menghentikan pencarian itu karena pihaknya telah mendapatkan informasi dari Basarnas Jogjakarta yang menyatakan bahwa nelayan di perairan Sadeng enam hari lalu telah mengetahui keberadaan kapal terebut.

     "Jadi sesuai koordinasi dengan Basarnas dan Pak Manyul, nelayan yang menjadi saksi mata, kapal itu diketahui melintas diwilayahnya pada tanggal 16 April yang lalu dan saat itu kondisinya sudah kosong tanpa penumpang," ujarnya Seperti di kutip blog panggul dari lingkar trenggalek.

     Dengan kondisi itu maka hampir dipastikan pihaknya tidak akan membuahkan hasil apabila nekat melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan kapal 10 mil selatan pantai Joketro.

     Prediksinya, kurun waktu enam hari adalah waktu yang terlalu lama, jika para penumpang tersebut mengalami kecelakan dan tercebur di laut maka jasatnya dipastikan telah berada jauh dari titik penemuan.

     "Kalau di Jogja saja diketahui sudah tanggal 16 April lalu dan kondisinya sudah kosong, berarti kejadian hilangnya penumpang itu sebelum masuk ke perairan Jawa Timur," imbuh Brian.

     Kata dia, dengan kenyataan tersebut maka, wewenang untuk melakukan pencarian dan penyisiran bukan tanggungjawab dari tim Bsarnas jawa Timur.

     Brian Gautama menambahkan, meski telah menghentikan pencarian tim SAR Trenggalek tetap siaga selama 24 jam da siap memberikan pertolongan maupun evakuasi apabila ada informasi penemuan korban.

     "Kami tetap 'standby' di pos dan menjadi kewajiban kami untuk memberikan bantuan apabila benar-benar ditemukan korban di perairan Jawa Timur," katanya.

     Sebelumnya, Rabu (17/4) sebuah kapal berukuran 15 x 3 meter ditemukan megapung tanpa penumpang di 10 mil di selatan perairan selatan Joketro Kecamatan Pangul Trenggalek.

     kapal berwarna putih kombinasi abu-abu dan merah itu diduga kuat mengangkut imigraan (pencari suaka) asal Afghanistan yang hendak menuju Australia.

     Hal itu dibuktikan dari penemuan sejumlah barang bukti, diantaranya berupa dua lembar surat keterangaan pencari suaka dari badan PBB yang membidangi pengungsian (UNHCR) perwakilan Indonesia, jas buatan timur tengah, serta barang bukti lainnya.  .
   

Advertiser