Sabtu, 13 April 2013

Buset! Kasun Sembon Desa Barang diduga Selingkuh

Buset! Kasun Sembon Desa Barang diduga Selingkuh
Buset! Kasun Sembon Desa Barang diduga Selingkuh - Toyib, adalah Kepala Dusun (Kasun) Dusun Sembon, Desa Barang, Kecamatan Panggul yang baru-baru ini ketahuan selingkuh dengan istri orang yang masih satu desa. Padahal menurut cerita orang kasun Toyib juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren. 
 
            Menurut informasi yang di kutip blogpanggul dari merdekapos.com , Pasalnya demikian, saat itu kedua insan yang lagi dimabuk asmara ini yaitu Toyib dan Ipah diduga lagi ada janji untuk kencan, nah akhirnya setelah sepakat maka berangkatlah mereka berdua ke tempat yang telah dijanjikan yaitu di hutan sebelah barat desa wonocoyo yang biasa disebut hutan nduwur karang. Untuk mengelabui masyarakat mereka berangkat dengan sepeda motr sendiri-sendiri. Sampai di Kuburan Purno salah satu sepeda yang diduga milik Ipah diparkir disitu lalu mereka berboncengan menuju hutan yang dirasa aman untuk kencan.

            Namun sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, mungki pepatah yang tepat untuk mereka, kurang lebih pukul 09.00 WIB mereka kepergok warga yang sedang merumput dihutan tersebut, namun warga tidak segera melakukan tindakan, warga hanya melapor ke satpol  PP Kecamatan Panggul, karena memang memerlukan waktu kurang lebih 15 menit menuju hutan, maka satpol PP hanya menemukan mereka dengan keadaan sudah selesai berkencan. Dan dari kejadian itu satpol PP hanya mendapatkan foto kedua pelaku walaupun dari belakang, tapi begitu jelas sekali bahwa mereka itu adalah diduga sebagai Toyib dan Ipah, itu diketahui dari nomor polisi plat  sepeda sepeda motor keduanya dan dari ciri-ciri fisik yang sangat diyakini itu benar. 

            Dilain kesempatan Kepala Desa Barang Djoko Wijono ketika ditemui dirumah kediamannya, kepada wartawan beliau menjelaskan bahwa memang benar ada salah satu perangkat desanya yang melakukan perselingkuhan dengan warga, Kades sendiri mendapatkan informasi ketika ditelfon oleh perangkat desanya yang lain, masih dari Kades bahwa Toyib adalah kepala dusun Sembon desa Barang yang memang mempunyai latar belakang pendidkan pondok pesantren dan memang ditokohkan di daerahnya. Kades sendiri tidak menyangka kalau Toyib bakalan melakukan perbuatan Zina tersebut. Dalam kesempatan itu Kades juga menceritakan bahwa beliau juga pernah mendengar selentingan dari warganya kalau Toyib memang sering melakukan perselingkuhan dengan Ipah bahkan sudah terjadi berkali-kali, memang sudah saatnya ketahuan jelasnya.

            Ketika ditanya wartawan tentang tindakan apa yang akan dilakukan Djoko Wijono selaku Kepala Desa beserta BPD terkait perilaku Toyib, beliau menjelaskan kalau itu akan diserahkan saja pada Pemerintah Desa Barang beserta BPD, seandainya memang masyarakat menghenddaki Toyib harus mundur, maka Kades akan segera melakukan kordinasi dengan para tokoh, BPD dan juga pemerintah desa agar segala sesuatunya tidak terkesan otoriter, Kades mungkin juga akan mengabulkan permintaan warga namun harus melalui prosedur yang ada. Tidak ngawur tapi tetap kondosip dan prosedural. Karena Kepala Dusun adalah jabatan politis maka yang lebih berhak menurunkan hanyalah warga dusun itu sendiri, seandainya memang lebih dari 50% dari warga menghendaki mundur, maka kades juga akan bertindak kooperatif dan tetap membela rakyat dan tidak akan melindungu Toyib walaupun dia  masih menjadi bawahan Kepala Desa.

            Melalui telepon genggamnya, salah satu tokoh masyarakat memberikan informasi bahwa hampir 75 % warga Dusun Sembon sepakat ntuk menurunkan Toyib dari jabatanya sebagai Kasun Sembon, dan masih dari dia menjelaskan bahwa yang dilakukan Toyib bukan hanya itu saja, namun sudah berulang kali, itu sama dengan apa yang disampaikan Kepala Desa dan dalam waktu dekat warga akan segera mengumpulkan tanda tangan sebagai bukti penolakanya atas kepemimpinan Toyib dengan kata lain warga sepakat Toyib untuk mundur.

            Namun sampai berita ini diturunkan, wartawan belum bisa menghubungi Toyib maupun Ipah untuk konfirmasi, karena setiap ditelpon melalui ponselnya selalu tidak aktif dan ketika didatangi dirumahnya selalu tidak ada ditempat.

Advertiser