Jumat, 05 April 2013

Desa Sukowetan Kecamatan Karangan Panen Raya Padi

Desa Sukowetan Kecamatan Karangan Panen Raya Padi - Upaya pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan akan pangan masyarakat terus digalakkan dan diupayakan dengan berbagai keterpaduan kegiatan. Sasaran produksi pangan terutama padi atau beras adalah 10 juta ton di tahun 2014 merupakan cadangan beras nasional. Ini semua diharapkan selain mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat juga dapat sebagai sarana peningkatan pendapatan masyarakat.

 Seperti di kutip trenggalekkab.go.id Panen raya padi yang diselenggaran rabu,03 April 2013 di dua tempat kali ini  yaitu sawah kuncen desa Nglongsor dan persawahan di Desa Sukowetan Kecamatan Karanagn  menunjukkan bahwa hasil padi di lahan persawahan  Trenggalek memiliki potensi yang besar untuk mendukung dan mendorong program pemerintah untuk surplus pangan di tahun 2014.

Dalam Acara panen perdana ini  di hadiri perwakilan Bulog Propinsi, Bupati Trenggalek, Kepala dinas pertanian dan Ketua TPP PKK. Ny. Penny Mulyadi beserta Ny.Haniq Kholiq.
Menurut Bupati Trenggalek melalui sambutan yang di sampaikannya bahwa luas lahan sawah di Kabupaten Trenggalek 12.300 Ha, untuk produksi selama tiga tahun terkhir ini telah berhasil meningkatkan produksi lebih 5%. Produktivitas padi rata-rata per tahun adalah 60,69 Ku/Ha GKP, sedangkan tahaun 2012 produksi padi kita 173.003 ton setara beras 108.542 ton.Hal ini merupakan gambaran keberhasilan pembangunan pertanian melalui kegiatan : Sekolah lapangan Pengelolan Tanaman Terpadu (SLPTT), Optimasi lakan, SRI ( system of Rice Intensification), perbaikan jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani dan Jaringan Irigasi Desa.

Di Tahun 2012 lalu pemerintah mengalokasikan kegiatan SLPTT padi hibrida seluas 1.500 Ha dialokasikan kepada 150 kelompokm tani sekabupaten Trenggalek. Dan untuk kecamatan karangan seluas 60 ha pada 6 kelompok dan diantaranya Kelompokm Tani Sidodadi, Kelompok Tani maju dan Kelompok Tani Sido makmur Desa Sekowetan kecamatan Karangan.

Kalau produktivitas padi hybrida 10-12 ton per hektar, bukan merupakan hal baru “ ucap Bupati “.Tetapi dengan tanaman padi hibrida non pestisida dengan hamparan seluas 30Ha, inilah yang menjadi kebanggaan kita dan prestasi tersendiri bagi Kelompok Tani Desa Sukowetan dan Kab Trenggalek pada umumnya.

Padi hibrida adalah hasil rekayasa teknologi pengan yang sudah diuji oleh para ahli di bidang pertanian.padi jenis ini merupakan salah satu upaya peningkatan pruduksi.Akan tetapi Lahan yang sempit di Kabupaten Trenggalek merupakan hambatan/tantangan yang harus di hadapi. Jika dilaksanakan dengan keseriusan semua pihak untuk membina dan mengarahkan lambat laun tantangan itu akan mudah untuk dilewati. Selain masalah lahan serangan hama tikus dan penyakit potong leher merupakan hambatan besar yang selalu menghantui para petani.maka penggunaan benih padi varietas unggul, tehnologi jajar legowo dan program “Stop Spot” adalah salah satu upaya untuk meminimalisir serangan serta peringatan dini terhadap serangan OPT.

Lebih Lanjut atas nama pemerintah kabupaten Trenggalek Bupati mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya khususnya kepada kelompok Tani Sidodadi dan Tani Maju atas Keberhsilannya dalam melaksanakan SLPTT padi hibrida tanpa Pestisida, ucapan yang sama juga di sampaikan kepada petugas pertanian di Kecamatan, baik penyuluh, mantra Tani dan pengamat hama yang telah bekerja keras membangun pertanian demi ketahanan pangan masyarakat. Kepada PT Biogene Plantation yang merupakan perusahaan yang memproduksi benih padi hibrida yang sekaligus memberikan bimbingan kepada petani dalam budidaya padi hibrida.

Sebagai penutup bupati mengingatkan  sekarang sudah tidak perlu kuatir dan merasa kesulitan lagi dalam pemasaran beras atau gabah. Karena Bulog sekarang sudah siap untuk menampung atau menerima hasil panen tersebut dengan harga yang wajar dan berapapun jumlah produksi Panennya. Seusai Acara Ketua TPP PKK meyempatkan untuk memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum Dhuafa sebanyak 29 orang.

Advertiser