Jumat, 29 Maret 2013

Mantan Ketua BPD Desa Sukorejo Di Duga Makan Uang Rakyat

Mantan Ketua BPD Desa Sukorejo Di Duga Makan Uang Rakyat
Mantan Ketua BPD Desa Sukorejo Di Duga Makan Uang Rakyat - Warga  Desa Sukorejo Kecamatan Tugu merasa resah dan berharap aparat penegak hukum segera turun tangan guna mengusut tuntas adanya dugaan penggarongan uang rakyat yang dilakukan oleh oknum BPD sebut saja Sutrisno. Dalam melakukan aksinya Sutrisno mengatasnamakan lembaga yang ia pimpin. Dengan dalih Desa Sukorejo banyak proyek, kok kesejahteraan BPD tidak diperhatikan, nominal juga bervariasi mulai dari Rp. 2jt hingga RP. 5jt. Kasus ini mencuat karena pembagian dana tidak merata ke semua anggota dari 7 anggota hanya 3 orang  yang dikasih. Saat penegak hokum ambil tindakan tegas.

Seperti yang dituturkan anggota BPD yang namanya enggan disebut dikoran kepada Jwalita News mengatakan “Saya pribadi sama sekali tidak tahu menau soal pembagian dana yang Rp. 5jt, sebab anggota BPD tidak pernah di ajak rapat kalau ada dana, dulu juga pernah ada sekitar Rp. 2jt untuk dibagikan kepada kami anggota BPD waktu ketua Cuma bilang ada rizki dari desa. Kalau yang Rp. 5jt saya tidak tahu sama sekali apalagi kok uang penjualan khas desa (sawah) sampai minta 5jt ini sudah kelewatan yang kami tahu sawah khas desa dalam 1 tahun terjual Rp. 8jt. Kalau diminta Rp. 5jt ini sudah keterlaluan, kalau terbukti melanggar saya meminta aparat penegak hokum segera ambil tindakan tegas.” Ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat Desa Sukorejo yang enggan di sebutkan namanya,  kepada Jwalita  News menuturkan, saya sebagai sesepuh didesa cuma mendengar saat Rt.06 dapat bantuan pengaspalan jalan memang ada penambahan atas usulan warga akhirnya diambilkan dana khas desa dari penjualan sawah, dalam setahun ± 8jt. Guna menutup kekurangan dana tersebut. Eh beredar kabar Ketua BPD yang dulu setuju dengan catatan anggota BPD di jatah Rp.  5jt. Saya bingung mas mau di bawa kemana desa ini kalau setiap ada proyek turun BPD minta jatah, ini jelas – jelas pelanggaran, semoga dengan dimuat di media ini aparat penegak hokum bisa ambil tindakan tegas, ini sama saja merampok uang rakyat, tuturnya.

Seperti di kutip jwalitanews.com Sementara itu Bendahara Desa Sukorejo Winarsih saat di konfirmasi Jwalita  News di ruang kerjanya mengatakan “Sebenarnya gaji juga tunjangan BPD waktu itu Pak Sutrisno perbulan menerima Rp. 150.000,- , wakil Rp.131.000,-, sekretaris Rp. 125.000,- , sedang 4 anggota per@ menerima Rp. 110.000,-. Sedang uang tunjangan untuk BPD dianggarkan Rp. 4.883.400,- jadi dalam setahun Desa Sukorejo untuk operasional BPD sebesar RP. 10.163.400,-. Soal ketua Pak Sutrisno meminta tambahan untuk kesejahteraan anggota setahu saya 2x sekitar bulan November 2012 sebanyak Rp 2jt, dan terakhir bulan Desember 2012 Rp. 5jt, itu saja yang saya tahu mas.” Ujarnya.

Saat di konfrimasi Mantan Ketua BPD Sutrisno di kediamannya kepada Jwalita  News mengatakan “memang benar saya atas nama BPD Desa Sukorejo meminta jatah proyek ke pemerintah desa dari Rp.2jt hingga Rp.5jt tapi sudah saya bagikan pada anggota sebab Desa Sukorejo dapat proyek banyak jadi saya mewakili teman – teman BPD minta tambahan kesejahteraan, tapi saat Ki bertanya pembagian jatah Rp.5jt tidak merata Sutrisno Cuma terdiam. Terkait dana Rp.5jt yang Sutrisno membantah kalau itu uang khas, kalau itu uang khas saya tahu kalau itu harus dirapatkan dengan semua pihak desa,ujarnya.

Sementara itu Kades Sukorejo “Sukemi” saat hendak di konfirmasi di kantornya, beliau sedang tidak ada di tempat. Dan belum bisa di konfrimasi. Menurut perangkat Desa, pak Lurah sedang  keluar.

Advertiser