Senin, 18 Maret 2013

Kejaksaan Tahan Kasubbag TU DPRD Trenggalek

Kejaksaan Tahan Kasubbag TU DPRD Trenggalek - "Tersangka kami tahan sekitar pukul 11.30 WIB, dia didampingi oleh kuasa hukumnya, Andi Firasadi," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek, Adianto.

Seperti dikutip Antarajatim.com Proses penahanan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelimpahan tahap dua atau penyerahan seluruh berkas pemeriksaan dan barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tersangka sesuai KUHAP akan ditahan selama 20 hari dan kini dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, Sidoarjo.

"Tadi kuasa hukum tersangka juga mengajukan surat permohonan untuk tidak dilakukan penahanan, yang juga disertai surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sakit, terkait hal ini masih akan kami konsultasikan dengan kejaksaan tinggi" ujarnya.

Kajari menjelaskan, keputusan untuk menahan Sulis Setyowati sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dimana ancaman hukuman tersangka minimal lima tahun, dikhawatirkan melarikaan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulang perbuatannya.

Adianto lebih lanjut mengatakan, saat ini seluruh tahapan penyidikan kasus dugaan korupsi pemotongan uang saku anggota dewan tersebut telah selesai dan berkasnya dinyatakan lengkap (P21), sehingga harus segera dibuatkan surat dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pipikor) Surabaya.

Kajari menambahkan, penahanan tersebut dilakukan untuk mempermudah jalannya proses hukum di kejaksaan maupun pengadilan tipikor.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sulis Setyowati, Andi Firasadi membenarkan adanya penahanan terhadap kliennya. Andi mengaku pihaknya keberatan atas keputusan penahanan itu karena yang bersangkutan selalu proaktif dan tidak ada niatan melarikan diri.

"Sebelumnya, Bu Sulis ini sudah memenuhi panggilan dari kejaksaan namun justru disuruh pulang, dengan alasan tersangka lain (Akbar Abas) belum datang, sudah kooperatif seperti itu kenapa harus ditahan. Apalagi yang bersangkutan juga dalam kondisi sakit," katanya. (*)

Advertiser